Samsung Galaxy S10+: Butuh Lebih Banyak Inovasi

Samsung menandai satu dekade runtunan inovasi di trah Galaxy kebangaannya dengan meluncurkan produk penghuni kelas tertinggi dari seluruh seri Galaxy miliknya, yakni Galaxy S Series. Rangkaian Galaxy S Series yang kini berada di generasi kesepuluh ini diisi oleh 3 varian diantaranya S10, S10e dan S10+.

Galaxy S10+ sendiri merupakan varian dengan spesifikasi tertinggi diantara ketiganya dan hadir dalam 3 pilihan kapasitas memori yang dibanderol dengan bentang harga mulai Rp 14 Juta hingga Rp 24 Juta. Harga yang cukup fantastis untuk sebuah ponsel. Namun apakah ponsel ini cukup layak untuk ditebus dengan harga fantastis tersebut, berikut ulasannya.

Spesifikasi

Paket Penjualan: Handset, Earphone AKG, USB Power Adaptor, Kabel Data USB Type-C, Buku Manual, Sim Ejector, USB Connector (USB Type-C)
Warna: Prism White, Prism Black, Prism Green, Ceramic Black dan Ceramic White.
Harga: Rp13.999.000 (8/128GB) ); Rp 18.499.000 (8/512GB); Rp 23.999.000 (12GB/1TB)

Dimensi & Berat

157.6 x 74.1 x 7.8 mm/ 175gram

SIM & Jaringan

Dual SIM, 4G LTE/HSPA+/3G/2G

Sistem Operasi (OS)

Android9(Pie)+ Samsung One UI 1.1

Supported storage eksternal

microSD up to 512 GB (slot hybrid)

Layar

Dynamic AMOLED, 6.4 inci, ~88.9% (rasio layar: bodi), 1440x3040 pixels (WQHD+), 19:9 ratio (~522 ppi density), Corning Gorilla Glass 6, HDR10+, Always-on display

Prosesor/CPU

Exynos 9820(7 nm); Octa-core (2x2.73 GHz Mongoose M4 + 2x2.31 GHz Cortex-A75 + 4x1.95 GHz Cortex-A55); GPU Mali-G76 MP12

RAM & Internal Storage

8 GB RAM / 128 GB ROM

Kamera

Belakang: 12 MP (f/1.5-2.4, 26mm (wide), 1/2.55", 1.4µm, Dual Pixel PDAF, OIS) + 12 MP (f/2.4, 52mm (telephoto), 1/3.6", 1.0µm, AF, OIS, 2x optical zoom+ 16 MP (f/2.2, 12mm (ultrawide), 1.0µm) LED flash, auto-HDR, panorama

Video: 2160p@60fps, 1080p@240fps, 720p@960fps, HDR, dual-video rec.

Depan:Dual: 10 MP (f/1.9, 26mm (wide), 1.22µm, Dual Pixel PDAF) +8 MP (f/2.2, 22mm (wide), 1.12µm, depth sensor) Dual video call, Auto-HDR; Selfie Video: 2160p@30fps, 1080p@30fps

Baterai

Li-Ion 4100mAhbattery; Fast charging 15W; Fast wireless charging 15W; Reverse wireless charging 9W

 


Desain

Dilihat dari bentukan fisiknya, ponsel ini terlihat masih membawa gen khas S Series dengan bentukan membulat di keempat sudut dan lekukan ikonik di sisi kanan-kiri pada permukaan depan dan belakang ponsel. Namun jika diperhatikan pada setiap detailnya, tentu saja ada beberapa perbedaan kecil namun membawa perubahan besar.

Mulai dari sisi depan, tampak layar ponsel ini lebih dominan mengisi bagian muka jika dibandingkan para pendahulunya dari jajaran Galaxy S Series. Hal ini berkat tipisnya bezel di sisi atas dan bawah layar yang dimungkin dengan diterapkannya inovasi desain layar terbaru pada ponsel ini. Bezel bagian atas yang tadinya menjadi tempat berdiam kamera selfie kini menjadi lebih tipis, sebab lensa kamera depan ini berpindah ke wilayah layar berdesain punch hole.

Sementara perubahan di sisi belakang tampak pada susunan kamera dan dihilangkannya pemindai sidik jari. Kamera ganda pada Galaxy S9+ disusun secara vertikal, sedang tri-kamera milik S10+ disusun horizontal. Di sisi lain, pemindai sidik jari bergaya konvensional dihapus dari sisi belakang dan dipindahkan secara tersembunyi di balik layar.

Di sisi desain, pilihan warna yang ditampilkan sisi belakang tentu tidak bisa dikesampingkan. Dari 8 pilihan warna yang diperkenalkan Samsung saat peluncurannya secara global di Galaxy Unpacked San Francisco, ada 5 warna yang tersedia di pasar Indonesia bagi S10+, yakni Prism White, Prism Black, Prism Green, Ceramic Black dan Ceramic White.

2 pilihan warna terakhir merupakan warna premium yang juga hanya tersedia pada S10+ versi “premium” yakni varian memori 8/512GB dan 12GB/1TB. Premium sebab masing-masing dibanderol dengan harga Rp 18,5 Juta dan Rp 24 Juta.

Pada unit berwarna Prism White yang diuji, branding Samsung di sisi belakang tersaji dengan warna senada, sementara mayoritas sisi belakang berbahan kaca ini tersaji dengan warna putih berkilau mirip permata yang memancarkan warna serupa pelangi ketika terpapar cahaya dari sudut tertentu.

Diluar itu, sejumlah port dan tombol fisik pada ponsel ini masil mirip dengan pendahulunya baik dalam hal posisi maupun jumlahnya, termasuk port audio 3,5mm dan tombol khusus fitur Bixby.


Layar

Tidak seperti layar berdesain punch hole atau layar berlubang lainnya, Samsung menempatkan 2 lensa kamera sekaligus pada lubang yang ada di area sudut kanan atas layar Galaxy S10+ ini. Sehingga meski namanya infinity-O namun lubang pada layar ponsel ini lebih terlihat seperti berbentuk pil dibandingkan huruf O.

Pilihan wallpaper bawaan yang tersedia dalam sistem didesain gelap di area kanan-atas, sehingga akan menyamarkan kehadiran lubang ini. Namun ada cara lain untuk membuat kehadiran lubang berbentuk unik ini agar lebih menarik yakni dengan mengunduh wallpaper yang membaurkan desain kamera dengan gambar yang tertampil di layar. Seperti wallpaper bergambar Darth Vader yang kami gunakan untuk lock screen atau kendaraan ekpedisi luar angkasa yang kami gunakan di homescreen. Anda juga bisa mengunduhnya dengan melakukan pencarian menggunakan kata kunci “S10+ wallpaper”.

Di sektor layar, desain infinity-O bukan hal utama yang menjadi komoditas S10+. Malahan, kami melihat kapabilitas HDR10+ justru lebih menarik, sebab Galaxy S10 Series merupakan ponsel pertama yang mengadopsi teknologi ini. Dengan fitur ini layar S10+ mampu menampilkan Dynamic Range yang sangat tinggi, sehingga dalam satu sajian frame (foto maupun video) dengan area gelap dan area terang memiliki perbedaan pencahayaan yang sangat jauh, semua detail bisa terlihat dengan baik. Fitur ini pula yang menjadi alasan Samsung menamai panel layar S10+ ini dengan Dynamic AMOLED.

Kendati demikian konten yang juga mendukung teknologi HDR10+ sepertinya belum terlalu banyak tersedia untuk dinikmati di Indonesia, sehingga meski menarik dan canggih, fitur ini masih sulit untuk dimaksimalkan pemanfaatannya.

Tanpa melihat fitur HDR10+, sebenarnya layar ponsel ini sudah lebih dari menarik dengan resolusi WQHD+, ukuran yang lumayan besar, serta kerapatan piksel yang tinggi. Menyinggung soal resolusi, pengguna bisa memilih resolusi yang lebih kecil lewat menu Settings> Display> Screen Resolution. Dengan memilih resolusi yang lebih kecil, penggunaan daya baterai oleh layar pun semakin hemat.


Software

Sebagai salah satu bagian dari rangkaian flagship teranyar Samsung yakni Galaxy S10 series, ponsel ini tentu saja membawa semua yang terbaik dan terkini dari Samsung. S10+ ini menggunakan kombinasi Android Pie dan Samsung One UI di sektor perangkat lunak (software).

Samsung One UI telah mendapatkan kredit dari berbagai media berkat kemudahan penggunaannya (user friendliness), tampilan minimalis dan berbagai fitur yang ditawarkan.

Ikon menu didesain ulang sehingga lebih fresh dan berwarna. Susunan menu pun dibuat sedemikian rupa sehingga bersahabat untuk pengoperasian menggunakan satu tangan, dimana hampir semua pilihan yang penting dari menu bawaan bisa dijangkau oleh ibu jari. Seperti misalnya pilihan pengaturan dalam menu Settings hanya mengisi 2/3 area bawah layar sehingga semua pilihan pada menu Settings bisa dijangkau oleh ibu jari. Desain serupa juga tersaji pada sejumlah menu dan aplikasi bawaan mulai dari Gallery, Bixby Home, Messages, Contacts dan lainnya.

One UI juga membawa fitur Night Mode yang mengubah sajian antar muka (interface) pada mayoritas menu/aplikasi bawaan One UI menjadi berwarna gelap, termasuk pada sajian Settings, Browser, Calender bahkan sajian panel notifikasi. Tidak hanya lebih bersahabat bagi mata untuk penggunaan di tempat gelap atau malam hari, fitur ini juga akan membuat konsumsi daya menjadi jauh lebih hemat mengingat panel yang digunakan untuk layar pada dasarnya adalah AMOLED.

Saat pengguna mengaktifkan fitur keamanan biometrik pengenal wajah (face recognition), akan muncul efek cahaya yang bergerak dipinggiran area kamera depan sebagai penanda bahwa kamera depan ponsel ini sedang bekerja memindai wajah pengguna.

Selain face recognition, S10+ juga membawa pilihan fitur keamanan berbasis biometrik lainnya, yakni pemindai sidik jari. Yang menarik, bukan hanya menyembunyikan sensor ini dibalik layar seperti beberapa produk kompetitor, namun Samsung juga mengembangkan sensor sidik jari dengan teknologi Ultra Sonic Fingerprint Scanner.

Sesuai namanya, teknologi ini memanfaatkan gelombang ultrasonic untuk membaca pola sidik jari pengguna, sehingga layar tidak perlu memancarkan cahaya ke jari pengguna dalam proses pemindaian seperti halnya teknologi under display fingerprint yang digunakan pabrikan lain sebelumnya. Dengan Ultra Sonic Fingerprint Scanner kinerja pemindai sidik jari S10+ terasa cepat dan tepat, meski dalam beberapa  percobaan, masih ada momen saat sidik jari kami gagal dikenali.


Hardware dan Baterai

Seperti disebutkan sebelumnya, Galaxy S10+ tersedia dalam 5 pilihan warna dan 3 pilihan kombinasi memori RAM dan ROM. Yang PULSA uji merupakan varian memori RAM 8GB dengan kapasitas memori internal 128GB.

Kendati merupakan varian terendah, namun sebenarnya kombinasi ini tentu sudah sangat ideal untuk penggunaan harian, kecuali jika Anda pengguna yang selalu menyimpan format RAW saat memotret atau konsisten memilih resolusi Ultra HD saat merekam video dengan ponsel ini.

Dibalik dapur pacu, S10+ tentu dibekali chipset paling mutakhir dari Qualcomm yakni Snapdragon 855. Chipset ini membawa 8 inti prosesor yang dibagi ke dalam 3 cluster, Kelompok pertama terdiri dari sebuah core berbasis Kryo 485 dengan kecepatan 2.84GHz, kemudian di kelompok kedua ada 3 core berbasis sama dengan kecepatan sedikit lebih rendah yaitu 2.41GHz, dan yang terakhir ada 4 core juga berbasis Kryo 485 dengan kecepatan masing-masing core 1.78GHz.

Cluster-cluster ini akan berkolaborasi guna menyajikan perfroma mumpuni dan efesien secara bersamaan. Cluster pertama akan mengerjakan berbagai pemprosesan yang membutuhkan kinerja yang spontan dan intensif, misalnya saat pertama kali menjalankan game yang “berat”. Kemudian cluster kedua akan menangani pemrosesan yang membutuhkan kinerja berkelanjutan namun lebih hemat energi. Dan cluster ketiga  mengurusi pemprosesan yang ringan atau aktifitas aplikasi-aplikasi yang berjalan di background, dengan efesiensi daya yang sangat tinggi.

Terkait baterai, S10+ dibekali penyuplai daya berkapasitas 4100mAh dengan dukungan fitur pengisian cepat 15 Watt Adaptive Fast Charging baik menggunakan kabel maupun wireless. Tak cukup disitu, pengguna juga bisa memfungsikan ponsel ini layaknya powerbank berkat fitur Reverse wireless charging 9W. Selain bisa mengisi daya ke ponsel lain, S10+ juga bisa mentransfer daya ke perangkat lain yang mendukung Qi Wireless Charging seperti Galaxy Buds dan Galaxy Watch. GalaxyS10+ juga dilengkapi fitur Adaptive Power Saving Mode yang secara otomatis mempelajari pola penggunaan dan kebiasaan dari pengguna untuk menghemat daya, misalnya dengan mematikan beberapa fungsi yang biasanya tidak digunakan di awktu-waktu tertentu.

Benchmark

Sebagai ponsel dengan kasta tertinggi dari sang penguasa pasar, tentu saja performa yang disajikan oleh Samsung Galaxy S10+ tergolong Superior. Berikut hasil pengujian benchmark sintetis yang kami lakukan menggunakan beberapa aplikasi

Antutu

325251

PC Mark (Work 2.0 performance)

7732

Geekbench CPU

4487(Single Core)9966(Multi Core)

Geekbench Compute

8565

3D Mark (Sling Shot Extreme)

4398(OpenGL ES 3.1)4264(Vulkan)

GFXBench

2338frames/40 fps(Car Chase), 3519 frames/ 57 fps(Manhattan 3.1),3685 frames/ 59 fps(Manhattan)3336frames/ 60 fps(T-Rex)


Kamera

Di sisi belakang, setup kamera belakang S10+ nyaris identik dengan pendahulunya (Galaxy S9+), tentunya dengan tambahan sebuah sensor beresolusi 16MP dengan lensa UltraWide (12mm) dan aperture f/2.2. Sensor tambahan ini memberikan kemampuan baru bagi S10+ dibanding pendahulunya, yakni untuk mengambil gambar dengan area sudut pandang yang lebih luas bahkan menyerupai mata manusia dengan jangkauan hingga 123 derajat.

Sementara 2 sensor lainnya dari rangkaian triple-camera ini adalah sebuah kamera Wide (26mm) 12 MP, dengan dukungan fitur Dual-Aperture (f/1.5-2.4) dan Dual Pixel serta sebuah kamera telephoto (52mm) dengan resolusi yang sama.

Belakangan, kami merasakan fitur stabilisasi dalam perekaman video terasa semakin baik pada ponsel-ponsel kelas premium. Demikian juga dengan S10+, tidak terasa guncangan meski merekam video tanpa alat bantu (stabilizer) dan sambil berjalan. Fitur Video Stabilization bisa diaktifkan melalui menu pengaturan kamera. Dan bukan hanya itu, pengguna bisa mengaktifkan fitur Super Steady yang akan membuat pergerakan kamera semakin halus (smooth). Video Stabilization dan Super Steady hanya tersedia dalam resolusi HD, Full HD (30 dan 60 fps) serta UHD (30fps), sementara untuk pilihan UHD (60fps) fitur ini tidak bisa diaktifkan.

Berpindah ke kamera depan, konfigurasi dual kamera dengan kombinasi sensor 10 MP (f/1.9) yang didukung dengan depth sensor beresolusi 8 MP (f/2.2). Dengan kehadiran sensor pendeteksi kedalaman, fitur Live Focus pada kamera depan lebih presisi dalam mengaplikasikan efek bokeh. Selain bokeh, fitur Live Focus juga menyediakan pilihan Spin Blur, Zoom Blur dan Color Point.


Hasil Kamera

Berikut beberapa hasil bidikan kamera S10+.

Perbedaan Area Pandang 3 Lensa Utama S10+ -- Telephoto (kiri), Normal/Wide (Tengah), UltraWide (kanan)

Kamera Selfie S10+

HDR


Kesimpulan

Tak dipungkiri jika S10+ merupakan salah satu pilihan terbaik yang tersedia di pasaran saat ini. Jika dibandingkan dengan pendahulunya (Galaxy S9+), ponsel ini membawa sejumlah inovasi seperti Ultra Sonic Fingerprint Scanner, tambahan kamera Ultra-Wide dan Infinity-O display dengan panel Dynamic AMOLED. Selain itu peningkatan yang diberikan Samsung bagi jagoannya satu ini terbilang “standar” seperti chipset generasi yang lebih baru, kapasitas memori yang lebih besar, serta versi Android yang lebih fresh. Permasalahannya, sebagai salah satu produk kelas flagship dengan banderol harga tertinggi saat ini, kami belum melihat S10+ menjadi langkah “skak mat” dari Samsung untuk mengalahkan para kompetitornya.

Sumber: tabloidpulsa.co.id

Komentar

Artikel Terkait

Kamis, , 13 Juni 2019 - 13:43 WIB

Samsung Resmi Perkenalkan Galaxy M40

Kamis, , 13 Juni 2019 - 11:19 WIB

Samsung Galaxy A70: Kasta Tertinggi Galaxy A

Selasa, , 28 Mei 2019 - 18:25 WIB

Rapor Vendor Smartphone Q1 2019