Huawei P30: Jagoannya Smartphone Kamera Kelas Atas

Produk ini bisa dibilang sebagai perayaan tiga tahun kerjasama Huawei dengan Leica sebagai pemasok optik kamera untuk line-up flagship Huawei. Di 2016, Leica melabel kamera Huawei P9 dan berlanjut hingga P30 Series yang saat ini terbukti mampu ‘menggetarkan’ pasar smartphone kamera di tanah air. Bukti tingginya animo masyarakat terhadap seri smartphone kamera Huawei paling baru ini terlihat dari antrian ‘mengular’ yang terpantau saat penjualan perdana P30 Series di Jakarta dan beberapa kota besar di Indonesia.

Beruntungnya, kami menjadi salah satu media yang berkesempatan mencoba Huawei P30 ini. Kebetulan, versi yang akan diulas adalah P30 dengan RAM 8 GB dan internal 128 GB. Sudah gak sabar? Simak langsung saja ulasan lengkapnya berikut ini.

Paket Penjualan: Handset, Adapter Charger, Kabel USB Type-C, Headset, Soft Case, Buku Manual, Kartu Garansi, SIM Ejector
Warna: Breathing Crystal
Harga: Rp 9.999.000


Desain Keren, Bodi Licin

Berbekal layar 6.1 inci, dimensi keseluruhan P30 memang tidak sebongsor Huawei P30 Pro yang punya bentangan layar 6.47 inci. Konstruksi fisik smartphone ini tampil cukup ringkas, dan sangat pas digenggaman tangan orang Asia yang cenderung mungil.

Saat pertama kali menatap P30, aura mewah langsung terpancar dari lekuk bodinya yang berbalut lapisan kaca khusus di bagian depan dan belakang. Pendaran warna yang menampilkan efek gradasi, pun menambah kesan istimewa dari produk ‘tengah’ Huawei P30 Series ini. Sederhananya, desain P30 yang identik dengan P30 Pro ini sudah memenuhi unsur kekinian.

Satu hal yang kemungkinan besar akan dikeluhkan oleh pengguna, bodi P30 ini terasa licin. Baik saat digenggaman tangan, atau ketika diletakkan di permukaan yang agak miring. Jika kurang hati-hati, perangkat ini akan tergelincir dan jatuh. Tapi tidak perlu ‘nangis bombay’, pasalnya kerangka dasar berbahan logam milik Huawei P30 ini tergolong cukup kuat. Tapi tentunya jangan sengaja dijatuhkan atau malah dilempar dari tempat tinggi ya.

Penting nih untuk diketahui. Berdasarkan spesifikasi bawaan, Huawei P30 ternyata mendukung sertifikasi IP53 yang artinya tahan debu dan percikan air. Tapi, tidak anti air layaknya IP68 yang dimiliki Huawei P30 Pro loh.

Satu lagi, kehadiran poni setitik yang oleh beberapa vendor disebut dengan istilah waterdrop atau dewdrop ini juga sedikit agak mengganggu. Persoalannya, untuk lini smartphone flagship saat ini tengah ramai-ramainya menampilkan konsep layar penuh (full screen) yang sesungguhnya tanpa ada notch atau poni. Untungnya, Huawei P30 menyertakan pengaturan untuk menyembunyikan poni. Tapi sayangnya, malah menyisakan area hitam yang cukup lebar di bagian atas.

Untuk tombol fisik, Huawei P30 meletakkan volume rocker di sisi kanan bodi persis di atas tombol power. Di bagian bawah, ada lubang speaker port USB Type-C dan audio jack 3.5mm. Sedangkan untuk kompartemen kartu SIM dan memori ekspansi, Huawei P30 meletakannya di sisi kiri. Konsepnya hybrid, dengan dua baki kartu. Menariknya, untuk model memori tambahan ini, Huawei menggunakan jenis Nano Memory (NM) yang memiliki bentuk serupa kartu SIM Nano.


Layar OLED Super Jernih

Berdasarkan spesifikasi resmi, layar yang digunakan Huawei P30 ini berjenis OLED dengan karakteristik yang sama persis dengan P30 Pro. Rasio display sudah Full HD+ yang didukung teknologi HDR10 dan DCI-P3. Kombinasi ini sanggup menghadirkan ketajaman dan kejernihan gambar, serta warna yang terlihat natural dan enak untuk dipandang.

Keunikan pengaturan display Huawei P30 ini ada pada pengaturan resolusi layar. Ya, meski secara default sudah diatur ke pilihan Full HD+, tapi perangkat ini menawarkan opsi lain berupa settingan HD+ atau Smart resolution untuk menyesuaikan tampilan layar secara otomatis, supaya lebih hemat baterai.

Layar Huawei P30 juga masih mampu menampilkan konten dengan baik, meski ponsel digunakan langsung di bawah sinar matahari. Tapi tentunya, untuk kualitas brightness harus disetel kelevel paling tinggi. Poin penting lain yang dimiliki layar smartphone ini adalah opsi pengaturan mode warna dan temperature. Di sini, pengguna bisa mensetnya ke opsi Vivid atau melakukan pengaturan secara manual untuk mendapatkan tampilan layar yang lebih maksimal.

Untuk keamanan dan kenyamanan mata, perangkat ini pun menyertakan beberapa pengaturan tambahan seperti pilihan ukuran teks dan display, serta yang paling penting adalah Eye comfort mode.  Opsi ini berfungsi untuk mereduksi dan mem-filter efek cahaya biru (blue light) berlebih yang menurut penelitian bisa merusak mata jika terus menerus memapar indra penglihatan manusia tersebut.

Antarmuka dan Sistem Keamanan Berlapis

Serupa P30 Pro, smartphone ini juga sudah mengusung antarmuka terbaru besutan Huawei yakni EMUI 9.1 berbasis Android 9 (Android Pie). Banyak hal baru dan menarik yang disediakan oleh user interface yang dimiliki P30. Mulai dari opsi untuk mengurangi salah identifikasi sentuhan, melalui pilihan Mistouch prevention, voice control, gesture mode, one-handed mode hingga shortcut dan ada juga integrasi dengan Google Assistant.

Huawei P30 juga punya opsi tambahan yang ada kaitannya dengan display, yakni Gloves mode. Jika fitur ini diaktifkan, pengguna bisa mengakses layar perangkat meski sedang menggunakan sarung tangan.

Selain beragam fungsi penting dalam mengoperasikan perangkat, Huawei P30 juga disokong sistem keamanan berlapis yang tentunya cukup ampuh untuk melindungi ponsel maupun data penting lainnya.

Di perangkat ini, pengguna akan dimanjakan oleh beberapa fitur keamanan tingkat tinggi seperti sensor sidik jari yang tertanam di balik layar (under-display fingerprint). Performanya cukup baik dalam mendeteksi data sidik jari. Responnya pun terbilang cepat saat digunakan untuk membuka kunci layar. Sistem keamanan kedua yang juga disediakan P30 adalah Face recognition. Pemindai wajah di smartphone mampu mendata informasi dan karakter wajah secara cepat. Saat diuji coba, Face Unlock di P30 ini bisa mendeteksi wajah dengan baik dan lancar.


Triple Camera Leica Terbaik di Kelasnya

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, sektor kamera menjadi jualan utama Huawei P30 Series, termasuk di P30 ini. Jika di P30 Pro ada 4 kamera, di P30 hanya tertanam 3 kamera. Namun poin menariknya, kamera di perangkat ini mengantongi sertifikasi dari Leica untuk penggunaan optik kamera. Dibanding P9 dan P10, tentunya urusan kamera di P30 ini memang mengalami banyak peningkatan.

Di P30, Huawei menanamkan tiga sensor kamera di bagian belakang dengan karakteristik struktur peletakkan yang tetap terinspirasi oleh seri P awal. Di struktur atas, P30 meletakan sensor kamera Ultrawide 16 MP (17mm) yang punya aperture f/2.2. Di bagian tengah, ada kamera utama berkekuatan 40 MP (27mm) dengan bukaan f/1.8. Sementara yang paling bawah ada kamera telephoto 8 MP (80mm) f/2.4 yang dibekali 3x optical zoom dan fitur OIS.

Kami sempat menguji kemampuan kamera milik Huawei P30 ini dan hasilnya memang terlihat keren. Foto yang dijepret dalam mode standar mampu menunjukan detil gambar yang tajam dan warna yang terang.

Hasil foto kamera belakang - outdoor

Hasil foto kamera belakang - night mode

Hasil foto kamera belakang - super macro

Kamera smartphone ini juga dibekali beragam fitur lanjutan yang cukup beragam seperti mode Portrait untuk menghasilkan foto bokeh, Monochrome, Super Macro hingga Light Painting. Tidak kalah menariknya, kamera di Huawei P30 ini juga menyertakan mode malam (Nigt Mode) yang bisa dimanfaatkan untuk menjepret obyek di lokasi minim cahaya. Mode kamera Low light ini bisa dibilang sedang ngetren di kalangan vendor smartphone yang belakangan merilis produk baru.

Di sisi perekam video, ponsel ini sudah mampu merekam video dalam resolusi 4K UHD, FHD+ (19.5:9), FHD 60 fps (16:9), FHD, FHD+ (21:9 cinematic), HD+ (21:9 cinematic) dan HD 720p (16:9). Cocok banget nih untuk yang hobi merekam video atau bahkan yang ingin jadi Vlogger.

Buat yang hobi selfie, Huawei P30 juga memanjakannya dengan kamera depan. Tidak tanggung-tanggung, resolusinya sudah mencapai 32 MP dengan bukaan f/2.0 yang sanggup menjepret foto diri dengan latar yang luas (wide). Serupa kamera selfie masa kini, di P30 juga tersedia beragam fitur tambahan seperti filter warna dan Beauty mode yang menyertakan beberapa fitur percantik lanjutan seperti Smooth skin, Thinner face serta warmth. Serunya, efek ini bisa diatur dan tertampil secara real time.

Hasil foto kamera depan - selfie


Chipset 7nm dengan RAM 8GB

Kehadiran Kirin 980 yang menggunakan pabrikasi 7nm di lini perangkat baru Huawei khususnya flagship, menjadi kekuatan baru vendor ini dalam bertarung di bisnis smartphone. Meski secara kinerja masih sedikit di bawah Qualcomm Snapdragon untuk chipset sekelas, setidaknya usaha Huawei ini patut untuk diapresiasi.

Sebagai penopang jeroan dalam mengeksekusi sistem operasi Android 9.0 Pie yang dikolaborasikan dengan antarmuka EMUI 9.1, Huawei P30 yang diuji dibekali RAM 8GB dengan penyimpanan internal 128GB. Secara keseluruhan, kolaborasi daleman Huawei P30 ini masih mampu melibas semua fungsi dan aplikasi yang ada di ponsel dengan baik dan lancar.

Anda yang hobi bermain game berat semisal PUBG Mobile dengan setingan tinggi, pun tidak perlu khawatir dengan kemampuan Huawei P30 dalam berakselerasi. Semua dapat dilibas dengan trengginas tanpa ada kendala berarti. Isu bodi cepat panas yang kerap menghantui perangkat-perangkat flagship berbodi logam yang dilapisi kaca, pun sepertinya agak tidak berlaku di Huawei P30 ini.

Saat digunakan berlama-lama, back cover tidak secara drastis panas. Hanya sedikit mengalami  peningkatan suhu yang normal. Kemungkinan besar, ini berkat teknologi pendingin yang cukup baik. Dan di P30 Series ini, Huawei menyebutnya dengan istilah Huawei SuperCool.

Secara keseluruhan, kinerja jeroan P30 masih terbilang cukup baik. Cocok lah disejajarkan dengan perangkat flagship. Chipset Kirin 980 yang digunakan pun memiliki efisiensi untuk penggunaan daya yang lebih hemat.

Untuk yang masih berpanduan dengan pencatatan skor benchmark, kami juga mencoba mengukur kinerja hardware perangkat ini menggunakan beberapa aplikasi. Skor akhir yang didapat masih lumayan bisa dibanggakan, meski ada pihak-pihak yang mengklaim ‘kalah telak’ dengan smartphone yang dibanderol dengan harga murah. Buat yang penasaran, bisa melihat nilai benchmark Huawei P30 di tabel terlampir.

Baterai dengan Fast Charging

Untuk menjaga fungsi ponsel tetap beroperasi dengan baik sepanjang hari, Huawei P30 mengandalkan sumber power dari baterai berkapasitas 3650 mAh. Kapasitas ini memang sedikit lebih kecil dari Huawei P30 Pro yang memiliki baterai 4200 mAh. Menariknya, P30 juga sudah ditopang sistem pengisian baterai cepat yang disebut Huawei Super Charging.

Sebagai catatan, teknologi Super charge ini berbeda dengan teknologi pengisian cepat ponsel lain. Otomatis, adapternya pun harus disesuaikan alias harus menggunakan adapter bawaan yang kompatibel.


Kesimpulan

Konsumen yang sangat perhatian dengan kemampuan kamera, atau yang memang hobi dengan fotografi smartphone, sepertinya memang wajib melirik Huawei P30. Meski secara struktur dan teknologi kamera sedikit di bawah P30 Pro, namun kualitas jepretan Triple Camera P30 ini sudah tergolong ‘wow’.

Banderolan harga yang untuk kalangan tertentu dianggap ‘kurang manusiawi’, bodi licin dan mudah kotor memang menjadi sedikit ‘ganjalan’ yang agak mengganggu. Namun, Huawei sendiri sudah menyiapkan ‘akal’ untuk menepis itu semua. Salah satunya, di penjualan perdana Huawei P30 Series, pembeli akan diiming-imingi cash back serta bonus yang menggiurkan dan tentunya sayang untuk dilewatkan.

Sumber: tabloidpulsa.co.id

Foto: tabloidpulsa.co.id

Komentar

Artikel Terkait

Selasa, , 21 Mei 2019 - 16:12 WIB

Kabar Baik! AS Beri Ampun untuk Huawei