Selain Huawei, Ada 142 Perusahaan yang Di-blacklist AS

itoday - Perang dagang antara China dan AS  yang menimpa Huawei tampaknya semakin memanas. Belum lagi, setelah pemerintah AS menambahkan raksasa teknologi asal China Huawei ke dalam daftar hitamnya.

Hal ini membatasi Huawei untuk memasarkan produknya dan membeli perangkat keras, perangkat lunak, dan layanan dari pemasok teknologi tinggi Amerika. Seperti yang terjadi sebelumnya, bahkan Google telah mencabut lisensi Android Huawei.

Dilansir dari laman Asiaone, Jumat (31/5/2019) ternyata tak hanya Huawei yang masuk dalam daftar hitam AS. Secara total, saat ini terdapat 143 perusahaan (termasuk Huawei) di bawah China dalam daftar hitam perdagangan AS. Angka ini berdasarkan tinjauan dokumen yang saat ini dikelola oleh Biro Industri dan Keamanan (BIS) di bawah Departemen Perdagangan AS.

Daftar hitam AS itu, yang secara resmi disebut daftar entitas yang mengidentifikasi organisasi dan individu yang diyakini terlibat, atau menimbulkan risiko signifikan untuk terlibat, dalam kegiatan yang bertentangan dengan keamanan nasional Amerika atau kepentingan kebijakan luar negeri.

Daftar ini akan ditinjau dan direvisi oleh BIS, yang menambahkan Huawei yang berbasis di Shenzhen dan 68 dari afiliasi non AS pada 16 Mei. Organisasi atau individu dalam Daftar Entitas diharuskan untuk mengajukan lisensi dari BIS sebelum mereka mengekspor, mengekspor kembali atau mentransfer item apa pun yang tunduk pada pembatasan perdagangan, termasuk perangkat lunak dan teknologi lainnya dari perusahaan AS.

Komentar

Artikel Terkait