Samsung Galaxy A70: Kasta Tertinggi Galaxy A

Samsung Galaxy A70

Galaxy A Series sepertinya menjadi seri yang paling digarap oleh Samsung ditahun ini, sejak awal tahun hingga saat ini saja sudah ada Galaxy A10, A20, A30 dan A50. KIni Samsung menambah pasukan A Series dengan kehadiran A70. BAhkan dalam waktu dekat kabarnya, Galaxy A80 yang membawa inovasi kamera putar pun akan segera dihadirkan juga ke tanah air.

Akan tetapi untuk sementara hingga A80 benar-benar datang, Galaxy A70 yang uji kali ini merupakan Galaxy A Series angkatan 2019 yang paling superior di pasar Indonesia. Seiring dengan spesifikasinya, banderol harga A70 tentu saja lebih tinggi dibanding Galaxy A Series lainnya, lalu bagaimana dengan performa dan fitur-fitur yang dibawanya, berikut ulasan kami.

Paket Penjualan Galaxy A70

Spesifikasi Galaxy A70:

  • Paket Penjualan: Handset, Super Fast Charging Adapter, Kabel Data (USB Type-C to USB Type-C), Buku Manual, Kartu Garansi, Sim Ejector
  • Warna: Hitam, Biru, dan Putih
  • Harga: Rp. 5.799.000,- (6/128GB)
  • Dimensi & Berat: 164.3 x 76.7 x 7.9 mm/ 183 gram
  • SIM & Jaringan: Dual SIM, 4G LTE/HSPA+/3G/2G
  • Sistem Operasi (OS): Android 9 (Pie) + One UI
  • Layar: Super AMOLED; 6,7 inci; ~86%  (rasio layar:bodi), 1080 x 2400 piksel (~393 ppi) rasio 20:9
  • Chipset: Qualcomm SDM675 Snapdragon 675 (11 nm); CPU Octa-core (2x2.0 GHz Kryo 460 Gold & 6x1.7 GHz Kryo 460 Silver); GPU Adreno 612
  • Memori Internal: 6GB RAM + 128GB ROM
  • Memori Eksternal: microSD up to 1 TB (dedicated slot)
  • Kamera Belakang: Triple: 32 MP (f/1.7, PDAF) +8 MP (f/2.2, 12mm, ultrawide) +5 MP (f/2.2, depth sensor) ; LED flash, panorama, HDR; Video: 2160p@30fps, 1080p@30/240fps, Slo-Mo @480fps
  • Kamera Depan: Single: 32 MP (f/2.0, 0.8µm, HDR), Video: 1080p@30fps
  • Baterai: Li-Po 4500mAh dengan Super Fast Battery 25W

Kembalinya Tren Phablet?

 

Meski Besar, Galaxy A70 Masih Bisa Dioperasikan Satu Tangan

 

 

Secara fisik, tampilan Galaxy A70 punya identitas yang cukup kuat dengan bodinya yang bongsor. Kendati punya panjang dan lebar yang lebih dibanding ponsel lain yang ada di pasaran, namun Galaxy A70 tergolong tipis. Bahkan dengan ketebalan kurang dari 8mm dan bodi yang besar ponsel ini terkesan sangat tipis.

Bongsornya bodi ponsel ini mengingatkan kami akan Galaxy Mega yang sempat mendapat julukan phablet atau hasil fusion dari phone dan tablet karena ukurannya yang terlalu besar untuk sebuah ponsel dan di saat bersamaan terlalui kecil untuk disebut tablet. Namun sepertinya terlalu berlebihan jika menyebut ponsel ini merupakan usaha Samsung untuk mengembalikan tren phablet  yang sudah cukup lama berlalu tersebut.

Walau bongsor, namun Galaxy A70 ini masih cukup aman di-handle dengan satu tangan untuk ukuran tangan pria pada umumnya. Sedang bagi pengguna wanita, sepertinya ponsel ini akan lebih nyaman digunakan dengan kedua tangan. Terkait hal ini, One UI besutan Samsung menyumbang kontribusi tersendiri yang akan kami bahas di segmen berikutnya.

Sisi Belakang Galaxy A70 dengan Efek Bias Pelangi

Bicara soal warna,pada unit warna hitam yang kami uji, ada semacam kilauan warna-warna pelangi (merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, dan ungu) yang berpendar sesuai dengan cahaya yang terpantul padanya. Sisi belakang ini hanya dihuni 3 kamera utama diarea kiri-atas dan logo Samsung di tengah. Tak ada pemindai sidik jari, sebab sensor biometrik satu ini ditempatkan dibalik layar mengikuti tren mutakhir yang belakangan muncul di sejumlah ponsel kelas premium dan flagship.

Di sisi kanan, ada sepasang tombol pengatur volume suara ditemani tombol daya (power), sedang di sisi berseberangan hanya ada slot yang menyimpan tray berkapasitas 2 kartu Micro SIM dan sebuah MicroSD. Tak ada tombol Bixby sebagaimana S dan Note Series teranyar dari Samsung.


Kabel Data Bawaan Bikin Repot

Di bagian bawah ponsel, ada port audio 3.5mm, USB Type C dan lubang loudspeaker. Tentang penggunaan port USB Type C, kami punya sedikit keluhan. Sebenarnya bukan pada port-nya melainkan pada kabel data bawaan pada paket penjualan yang merupakan kabel data dengan USB Type C (male) di kedua sisinya. Sebab, charger adapter bawaan Galaxy A70 yang mendukung Super Fast Charging (25W) ini juga menggunakan port USB Type-C.

Adapter Super Fast Charging Bawaan Galaxy A70 dengan Port USB Type-C

Masalah datang saat kami ingin memindahkan data dari ponsel ini ke PC ataupun laptop yang tidak memiliki port USB Type C. Hal ini berarti pengguna harus mengeluarkan biaya ekstra untuk kabel data USB Type C ke USB standar (USB Type A). Itu pun tidak bisa sembarangan, sebab saat kami mencoba menghubungkan ponsel ini ke PC dengan kabel data bawaan ponsel lain yang juga menggunakan USB Type C ke USB standar, ponsel ini tidak terbaca pada sistem Windows. Sedangkan pada ponsel hanya ada indikasi pengisian daya baterai (charging).

Kabel Data Bawaan Galaxy A70 USB Type-C di Kedua Ujungnya

Dengan demikian kami harus mencari cara lain untuk transfer data yang sama sekali kurang simple, misalnya menggunakan layanan Google Drive yang tentu saja membutuhkan sambungan internet pada kedua perangkat (ponsel dan PC).

Transfer data mungkin akan sedikit lebih mudah meski tanpa kabel data jika saja aplikasi file manager bawaan Samsung One UI yang bernama “My Files” memiliki fitur FTP (File Transfer Protocol).


Layar Ekstra Luas dan Antar Muka Fungsional

Pengaturan Layar A70 dan Fitur Always On Display

Layar luas menjadi alasan utama dibalik tubuh bongsor Galaxy A70. Layar berukuran 6.7 inci milik ponsel ini memang melebihi kebanyakan ponsel yang ada dipasaran saat ini, bahkan jika dibandingkan dengan ponsel-ponsel di kelas premium sekalipun. Seingat kami, Galaxy A70 ini bahkan memiliki layar dengan bentang diagonal terlebar diantara ponsel-ponsel lain yang dipasarkan secara resmi di Indonesia sejak 2018 lalu.

Dengan desain layar Infinity-U dan bezel tipis di kiri, kanan dan bawah layar, layar Galaxy A70 terkesan begitu luas namun tetap nyam untuk dioperasikan menggunakan satu tangan. Terlebih lagi karena bekal tampilan antar muka teranyar besutan Samsung yakni One UI.

Seperti diketahui Samsung telah merancang One UI sedemikian rupa sehingga nyaman dioperasikan dengan menggunakan satu tangan. Sebab semua pilihan dari menu bawaan (misalnya settings, kontak, browser, kalender dan lainnya) bisa dijangkau oleh ibu jari.

One UI pada A70, memudahkan pengoperasian dengan satu tangan

Seperti misalnya pilihan pengaturan dalam menu Settings hanya mengisi 2/3 area bawah layar sehingga semua pilihan pada menu Settings bisa dijangkau oleh ibu jari. Demikian pula pada browser bawaan Samsung yang menempatkan sejumlah menu seperti homepage, back/forward, bookmark dan menu lainnya di area bawah layar, sehingga lagi-lagi mudah digapai oleh ibu jari. Jadi pada dasarnya, berkat One UI, pengoperasian menu pada layar luas milik A70 tetap dapat dilakukan dengan satu tangan.

Seperti halnya ponsel kelas premium dari jajaran Samsung Galaxy sebelumnya, Galaxy A70 menggunakan panel kebanggaan Samsung, Super AMOLED.  

Sektor layar menjadi salah satu poin unggulan dari ponsel ini, mengingat tidak hanya ukurannya yang luas, layar ponsel ini juga punya rasio yang “tidak biasa”, 20:9. Dengan rasio ini, layar Galaxy A70 terkesan lebar dan cinematic. Cinematic, sebab rasio selebar ini mendekati widescreen cinema ratio standard atau rasio standar bioskop layar lebar yang  berkisar antara 21:9 hingga 22:9. 

Rasio Layar 20:9 Cinematic milik Galaxy A70


Triple Kamera Belakang

 

Triple Camera Galaxy A70

Kamera kembar tiga di belakang pada ponsel ini nyaris identik dengan yang kami dapati pada Galaxy A Series sebelumnya yakni Galaxy A50 yang belum lama juga dihadirkan Samsung ke Indonesia.Konfigurasinya pun semisal dengan kehadiran kamera utama (wide), ultra-wide, dan depth sensor.

Bedanya, kamera utama Galaxy A70 ini memiliki resolusi yang lebih tinggi dibanding milik saudaranya tersebut (32MP berbanding 25 MP). Selebihnya, resolusi kamera ultra wide dan depth sensor pada keduanya sama.

Mode yang tersedia pada fitur kamera pun nyaris serupa, selain pilihan standar, foto dan video ada sejumlah mode penting diantaranya Panorama, Pro, Live Focus Bixby Vision dan AR Emoji. Disamping itu, tersedia pula fitur berbasis kecerdasan buatan (AI) yang disebut Samsung sebagai Scene Optimizer.

(ki-ka) Super Slo-Mo, Pengaturan Kamera, Pilihan Mode Kamera Galaxy A70

Namun ada mode pada A70 yang tidak ada pada Galaxy A50 yakni mode Super Slow Motion untuk membuat video dengan gerak yang diperlambat sebagaimana yang ada pada Galaxy S dan Note Series yang merupakan ponsel-ponsel kelas premium dari pabrikan Korea ini. Bedanya jika pada Galaxy dan Note Series Mode Super Slow Motion ini merekam dalam kecepatan 960fps sementara pada ponsel ini kecepatannya hanya sebatas 480fps.

Terkait hasil, kami merasakan foto bidikan Galaxy A70 dengan kamera utama terlihat sedikit lebih baik dari pendahulunya dengan representasi warna, detail, dan ketajaman yang terkesan natural.


Kamera Selfie

 

Fitur AR Emoji & AI Beauty Galaxy A70

Kendati tidak selengkap kamera utamanya, namun kamera selfie Galaxy A70 ini tetap memiliki sejumlah mode dan fitur esensial seperti Live Focus, Foto, Video, AR Emoji, Wide Selfie, Beauty, dan Filter.

Dan meski nilai bukaan lensa (aperture) pada kamera depan berresolusi 32MP ini tidak sebesar kamera utama, yakni hanya sebatas F/2.0 saja, namun kami merasakan bahwa kamera selfie ponsel ini masih sangat bisa diandalkan untuk memotret di keadaan pencahayaan yang agak redup. Hasilnya pun cukup memuaskan dengan grain noise yang minim.

Di tempat redup pun, fitur AR Emoji masih bisa digunakan dan berfungsi sangat baik dalam mendeteksi wajah pengguna.


Hasil Kamera

Dan berikut beberapa hasil bidikan kamera-kamera di Galaxy A70


Baterai Tahan Lama dan Performa Hardware

Kami telah menyebutkan pada rubrik kesan pertama dengan Galaxy A70 ini, bahwa sektor baterai merupakan bagian lain yang menjadi unggulan dari ponsel ini di samping sektor layar yang telah kami singgung sebelumnya.

Kapasitas daya pada baterainya yang tergolong besar (4500mAh) dan dukungan fitur Super Fast Charging menjadi alasannya. Teknologi Super Fast Charging yang memulai debut pada ponsel ini menggunakan daya 20W, lebih tinggi dari teknologi Adaptive Fast Charging (15W) yang selama ini digunakan Samsung pada beberapa produk Galaxy kebanggannya.

Status Baterai Setelah Pemakaian 1,5 Hari dan Fitur Device Care

Saat artikel ini ditulis, Galaxy A70 yang kami uji telah aktif selama 1 hari plus 13 jam sejak daya pada baterainya diisi hingga full (100%) hingga menysiakan 49%. Dan menurut analisa sistem, ponsel ini masih dapat bertahan hingga 1 hari lagi dengan pola penggunaan yang sama.

Dibandingkan Galaxy A Series lainnya, ponsel ini memiliki spesifikasi chipset paling dekat dengan Galaxy A50. Bedanya, Samsung menggunakan chipset besutan Qualcomm yakni Snapdragon 675 dengan fabrikasi 11nm. Dibandingkan dengan Exynos 9610 milik Galaxy A50, chipset ini memiliki konfigurasi big core yang inferior yakni 2x2.0GHz berbanding 4x2.3GHz.

Namun yang menarik, saat diuji menggunakan sejumlah aplikasi benchmark yang biasa kami gunakan, ponsel ini selalu mencetak skor lebih tinggi dibandingkan saudaranya tersebut. Jadi sepertinya Galaxy A70 ini, cukup layak memiliki banderol harga lebih tinggi dibanding Galaxy A50.

Skor Antutu Benchmark, 3D Mark, GFX Bench Galaxy A70

Skor Geekbench dan PCMark Galaxy A70

Benchmark :

Antutu Benchmark

166357

PC Mark (Work 2.0 performance)

7484

Geekbench CPU

2094(Single Core)6382 (Multi Core)

Geekbench Compute

5475

3D Mark (Sling Shot Extreme)

975(OpenGL ES 3.1)1069(Vulkan)

GFXBench

411.7frames/ 7fps(Car Chase), 1830.3frames/ 13fps(Manhattan 3.1), 1157frames/ 19fps(Manhattan), 2045frames/ 37fps(T-Rex)

 


Kesimpulan

Dengan perfroma yang ditawarkan, wajar saja jika A70 memiliki banderol harga tertinggi di kalangan Galaxy A Series yang melayani kelas menengah. Namun dengan spesifikasi setingkat, sayangnya beberapa kompetitor memiliki banderol harga lebih bersahabat. Hal ini sepertinya wajar, mengingat Galaxy A70 membawa nama besar Samsung dan layanan purna jual yang tentu lebih terjamin.

Ada satu hal yang paling menggangu saat pengujian, yakni ribetnya transfer data dari ponsel ke PC. Jika hal ini bisa diberikan solusi yang lebih mudah, tentu akan sangat membantu pengguna.

Kelebihan

  • Layar AMOLED yang lebar dan luas
  • Triple camera
  • Baterai besar dengan Super Fast Charging
  • One UI yang Intuitif
  • Pemindai sidik jari di bawah layar

Kekurangan

  • Harga relatif tinggi dibandingkan ponsel dengan chipset yang sekelas
  • Kabel data bawaan menyulitkan pemindahan data ke PC
  • Responsifitas pemindai sidik jari lebih lambat dibanding tipe konvensional

Sumber: tabloidpulsa.co.id

Image: tabloidpulsa.co.id

Komentar

Artikel Terkait

Rabu, , 26 Juni 2019 - 17:29 WIB

Inikah Tampilan Samsung Galaxy Note 10

Kamis, , 13 Juni 2019 - 13:43 WIB

Samsung Resmi Perkenalkan Galaxy M40