Pendapatan Huawei Naik Meski Ditekan AS

itoday - Huawei Technologies China menjelaskan pada Selasa (30/7) bahwa pendapatan setengah tahun pertama naik 23,2 persen, seperti dilaporkan CNN. Kenaikan ini lebih cepat dari tahun lalu, meski terdapat tekanan Amerika Serikat yang menentang Huawei dan berakhiran dengan perdagangan Huawei yang dilarang dari pertengahan Mei.

Huawei yang baru saja mengungkap hasil seperempat dari tahun ini, menjelaskan bahwa pendapatan pada tengah tahun pertama naik menjadi 401,3 miliar yuan, dari 325,7 miliar pada tahun lalu. Laporan pendapatan ini dilaporkan setelah dua bulan AS memberlakukan batasan kepada Huawei. 

Tercatat Huawei menjual lebih banyak peralatan telekomunikasi daripada perusahaan lain di dunia. Tak hanya itu, Huawei juga merupakan salah satu merek ponsel wahid yang berada di posisi tiga dunia setelah Samsung dan Apple.

Rantai pasokan Huawei sebenarnya sempat terganggu secara signifikan pada saat dijadikan daftar hitam Washington pada 16 Mei lalu. Pemerintah AS menduga itu merupakan risiko keamanan nasional. Hal ini karena isu peralatan komunikasi Huawei dapat digunakan Beijing untuk memata-matai. Hal ini telah disangkal Huawei berkali-kali.

Sejak itu telah diberikan penangguhan hukuman selama tiga bulan sampai 19 Agustus. Presiden AS Donald Trump mengisyaratkan Washington akan melonggarkan sanksi pada Huawei, meski rinciannya belum diketahui.

Kenaikan pendapatan Huawei naik 23 persen pada pertengahan tahun pertama dibandingkan periode tahun lalu sebesar 15 persen.

"Pertumbuhan pendapatan sangat cepat dalam bulan Mei" ujar Ketua Huawei, Liang Hua, seperti dilansir dari Reuters.

Ia melanjutkan, mengingat dasar yang telah diberikan pada setengah tahun pertama tahun ini, Huawei terus melihat pertumbuhan bahkan setelah mereka ditambahkan ke dalam daftar entitas.

Pendiri dan CEO Huawei Ren Zhengfei mengatakan bulan lalu, bahwa dampak dari daftar hitam tersebut menjadi lebih buruk dari yang telah diperkirakan. Hal tersebut dapat menelan biaya $30 miliar pendapatan perusahaan. Dan bahwa pendapatan Huawei tahun ini dan tahun 2020 dapat tetap sama dengan 2018, sekitar $100 miliar.

Para analis mengatakan, penjualan telepon pintar domestik yang kuat dan kontrak 5G yang baru dapat membantu mengimbangi dampak dari larangan ekspor, yang bisa mengancam memotong akses Huawei pada Google dan aplikasi Android.

Berdasarkan data dari Canalys, Huawei memperluas keunggulannya di pasar ponsel pintar China, pada kuartal kedua tahun ini. Sementara penjualan ponsel pintar di luar negeri mengalami sedikit penurunan tahun ke tahun.

 

Sumber

Tags #Huawei

Komentar

Artikel Terkait

Minggu, , 22 September 2019 - 19:57 WIB

3 Smartphone Baru Ini Siap Beredar di Pasaran

Sabtu, , 21 September 2019 - 06:39 WIB

5 Smartphone Sejutaan Penantang Samsung Galaxy A10s

Kamis, , 12 September 2019 - 00:09 WIB

Huawei Luncurkan WiFi Q2 Pro