Nilai Pasar 5 Raksasa Teknologi Merosot Rp2.133 Triliun

itoday - Sejumlah raksasa industri teknologi Amerika Serikat (AS) mengalami pukulan terbesar saat China melakukan serangan balik dalam perang dagang melawan AS. Nilai pasar perusahaan-perusahaan teknologi AS merosot USD150 miliar (Rp2.133 triliun) pada Senin (5/8). Hilangnya nilai pasar itu sama dengan ukuran satu perusahaan sebesar Costco atau IBM yang tiba-tiba menghilang. 

Kondisi ini menunjukkan kondisi mengkhawatirkan perang dagang antara AS dan China pada saham-saham di Wall Street. Bagi perusahaan-perusahaan teknologi yang sangat tergantung pada China untuk komponen dan manufaktur produk mereka, perang dagang adalah mimpi buruk yang jadi kenyataan. 

Konflik dagang itu kian memanas setelah China membiarkan mata uang yuan melemah hingga di bawah 7 terhadap dolar AS pada Senin (5/8), sebagai respon pengumuman pemerintahan Presiden AS Donald Trump yang akan menerapkan tarif baru pada produk-produk China. Ancaman AS itu memicu jual saham di pasar global. 

Dow Jones Industrial Average merosot 767 poin atau 3% mencapai 25.718 pada Senin (5/8), sementara Nasdaq turun 278 poin atau 3,5% mencapai 7.726. Saham-saham perusahaan teknologi yang disebut FAANG yakni Facebook, Apple, Amazon, Netflix dan Google, menunjukkan penurunan drastis sebagai cermin kondisi pasar. 

Apple menjadi korban terbesar dalam kelompok itu dengan mengalami penurunan 5,2% hingga penutupan pada USD193,34, kehilangan USD53 miliar nilai pasarnya. Apple dianggap sebagai perusahaan paling rawan selama perang dagang semakin memanas antara kedua negara. “Tarif baru pemerintahan Trump berpotensi sebagai pukulan perut untuk ikon Silicon Valley tersebut,” tutur pengamat Wedbush Daniel Ives, dilansir Business Insider.

Komentar

Artikel Terkait