Trump Tolak Cabut Sanksi Huawei Karena Masih Ancam Keamanan AS

itoday - Presiden AS, Donald Trump, kembali mengulangi keluhannya terhadap Huawei. Untuk diketahui tanggal 19 Agustus adalah batas masa pelonggaran perusahaan China itu dari sanksi larangan transaksi perdagangan dengan perusahaan Amerika.

Trump beralasan, dia masih yakin kelompok (Huawei) itu masih menjadi "ancaman terhadap keamanan nasional". Dia pun menolak mencabut sanksi yang diucapkannya tiga bulan lalu. Batas waktu 90 hari untuk terus bekerja dengan perusahaan AS bukannya diberikan kepada Huawei, tapi hanya agar perusahaan AS tidak kehilangan pelanggan besar.

Laman Giz China mengutarakan, Huawei akan mendapatkan 90 hari lagi pelonggaran untuk terus bekerja dengan pemasok AS-nya. Presiden Trump sendiri mengatakan kepada wartawan bahwa dirinya tidak bermaksud untuk melonggarkan sanksi terhadap Huawei karena risiko yang diwakilinya untuk keamanan nasional.

"Saat ini, sepertinya kita tidak akan melakukan bisnis dengan Huawei," kata Trump. “Saya tidak menginginkannya karena ini merupakan ancaman bagi keamanan nasional. Dan saya benar-benar percaya bahwa media telah meliputnya sedikit berbeda,” tambahnya. Tampaknya dia jengkel dengan perlakuan media terhadap kasus ini. 

Tiga bulan lalu, Trump mengaitkan nasib perusahaan asal China dengan penandatanganan perjanjian perdagangan dengan Presiden China, Xi Jinping. Perjanjian yang masih jauh dari kesepakatan. 

Larry Kudlow, Penasihat Ekonomi Nasional, mengatakan, Departemen Perdagangan AS telah setuju untuk memperpanjang masa tinggal Huawei tiga bulan lagi untuk terus bekerja dengan perusahaan-perusahaan AS demi kepentingan perusahaan-perusahaan AS. Sebab perusahaan China merupakan pelanggan besar.

 

Sumber

Komentar

Artikel Terkait

Minggu, , 22 September 2019 - 19:57 WIB

3 Smartphone Baru Ini Siap Beredar di Pasaran

Sabtu, , 21 September 2019 - 06:39 WIB

5 Smartphone Sejutaan Penantang Samsung Galaxy A10s

Senin, , 16 September 2019 - 07:45 WIB

Iran Tegaskan Selalu Siap Perang dengan AS