Pentingnya Digitalisasi Seluruh Data di Industri Migas

itoday - Saat ini, transformasi digital mulai masuk hampir di semua aspek kehidupan, dan di Indonesia sendiri tren digital mulai berkembang pesat. Meski masih belum banyak yang memperhatikan, nyatanya teknologi digital mulai memunculkan momentum baru yakni big data.

Data sendiri menjadi bagian penting dalam menunjang kegiatan operasi hulu minyak dan gas bumi (Migas). Mulai dari eksplorasi, produksi, hingga pascaproduksi. Saking besarnya dan kompleksnya data, penggunaan teknologi big data, proses analisa serta seluruh komponen penunjangnya sangat membantu industri ini. Teknologi big data sangat efektif digunakan untuk menghindari kesalahan dalam kegiatan operasi hulu migas.

Terlepas dari itu semua, untuk mendukung dan mempromosikan industri hulu migas di Indonesia, IPA Convention & Exhibition kembali digelar. Di tahun 2019 ini, akan menjadi tahun ke-43 penyelenggaraan ajang yang telah memfasilitasi berbagi pengetahuan, jejaring dan kemitraan antara industri dan pemerintah selama bertahun-tahun dan akan terus menjadi platform dan tolok ukur terkemuka untuk industri ini, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di Asia Tenggara.

IPA Convex 2019 akan menampilkan Sesi Paripurna dan Khusus, Sesi Teknologi dan juga Presentasi Lisan dan Poster dari makalah teknis selama Konvensi 3 hari (4-6 September 2019). Salah satu acara yang cukup menarik dari deretan agenda IPA Convex 2019 adalah diskusi panel yang melibatkan para ahli analisa  dan pelaku industri Migas, diataranya CEO BigJava, Ruli Harjowidianto.

Presentasi technology session 2 ini mengangkat tema “Driving Innovation for Exploration and Production Industry through Application of Data Analytic”.

Ruli Harjowidianto mengatakan,”Di era serba digital ini, semua sumber data di industri Migas harus diolah dan di-digitalisasi-kan secara menyeluruh mulai dari Downstream, Midstream hingga Upstream. Di BigJava, kami menawarkan solusi terbaik yang bisa dimanfaatkan oleh industri untuk menghasilkan keputusan yang benar-benar strategis”.
Ruli juga menambahkan, masih banyaknya perusahaan asing yang mengelola sumber data yang sangat sensitif, menjadi tantangan bagi BigJava untuk ikut terjun sebagai perusahaan nasional yang fokus mengelola Big Data Analytic untuk industri Migas.

“Sebagai perusahaan nasional, kami berharap semua industri bisa memanfaatkan teknologi pengolahan big data dengan menggandeng penyedia layanan yang memiliki misi serta visi untuk kemajuan bangsa dan negara”, ungkapnya.

Ruli juga menyampaikan, setidaknya ada tiga fenomena pengelolaan Big Data yang ada di industri yakni Upstream, Midstream dan Downstream. Rata-rata, perusahaan pengolahan Big Data saat ini lebih banyak berkutat pada level Upstream ketimbang Midstream maupun Downstream. Dan BigJava akan fokus menggarap segmen Downstream.

BigJava sendiri punya Social Network Analytics dan juga Oilficial Intelligent, yang mampu memproses data dengan lebih maksimal dan menghasilkan output yang akurat.
Mengapa BigJava?

  1. Teknologi Big Data merupakan teknologi yang sudah terbukti mampu memprediksi kejadian dan hasil riset yang sangat mendekati akurat
  2. Teknologi Big Data Analytic akan terus berkembang dan diadopsi oleh hampir semua lini bisnis milenial
  3. BigJava merupakan perusahaan lokal berbasis NKRI yang mempuyai visi untuk berkembang di luar Indonesia.


Efisiensi penggunaan teknologi Big Data Analytic dilihat dari sisi biaya yang dikeluarkan dan hasil yang didapat sangatlah besar. Contohnya dibidang Oil & Gas, pada sisi hulu (Upstream), biaya yang dikeluarkan untuk mengeksplorasi suatu tempat sangat lah besar, dan resiko kegagalan juga besar dikarenakan tidak adanya data mengenai keadaan setempat dan catatan dari daerah sekitar pada waktu sebelumnya.

Sedangkan dengan menggunakan teknologi Big Data, dapat diperkirakan dan dihindari resiko kegagalan daari sebuah eksplorasi.

Perbandingan nilai investasi sebuah sistem teknologi Big Data, dengan biaya eksplorasi sebuah sumur tanpa teknologi Big Data adalah bagai membandingkan hidup dengan handphone dan hidup tanpa handphone di jaman sekarang, dan di kota besar seperti Jakarta ini, dan harus bepergian kemana-mana.

Di sisi teknologi, BigJava mengkustomisasi serta men-develop sendiri semua tools yang diperlukan untuk mengelola Big Data. “Kita membuat sendiri, men-develop sendiri mulai dari hardware sampai software”, tutup Ruli.

Komentar

Artikel Terkait

Kamis, , 19 September 2019 - 10:10 WIB

Vettel Tak Sabar Balapan di F1 GP Singapura 2019

Kamis, , 19 September 2019 - 10:04 WIB

PDIP Gelar Karpet Merah, jika Gibran Maju di Pilwalkot Solo