Mengenal Skimming, Penyebab ATM Nasabah Bobol

itoday - Pencurian informasi dari kartu kredit dan debit atau dikenal dengan istilah skimming ATM menjadi bahaya yang bisa menjerat nasabah perbankan.

Pengamat keamanan siber Vaksin.com Alfons Tanujaya mengungkap kejadian skimming ATM bisa bersumber dari dalam dan luar.

Dari dalam, artinya ada kebocoran database perbankan dan terjadi masif. Sementara dari luar artinya bisa terjadi skimming di mesin ATM atau skimming mesin EDC disertai kamera pengintip pin. Skimming ATM dilakukan dengan mengkloning kartu.

"Kalau kloning, kartu harus fisik digesekkan ke alat yang biasanya disamarkan," ujar Alfons kepada CNNIndonesia.com, Jumat (13/9).

Alfons menambahkan alat skimming bisa dikendalikan dari jauh. Namun, intinya ada alat skimming yang menempel untuk menggesekkan kartu.

Dia menjelaskan alat skimming biasanya kecil dan tipis. Bentuk yang kecil ini membuat sulit mengindentifikasi potensi skimming dalam ATM atau EDC.

"Alat pencuri PIN pun sudah canggih. Kalau kamera kecil kan terlihat. Ini bentuknya seperti keypad yang ditumpuk di atas keypad asli," papar Alfons.

Dia menegaskan pengguna ATM harus waspada khususnya lokasi yang sepi.

"Selalu waspada khususnya ATM yang sepi atau mulut ATM yang aneh dan pin pad yang terlalu menonjol," ungkap Alfons.

Pergantian ATM Magnetik ke Chip

Alfons mengungkap masih ada potensi menghindari skimming dengan menggunakan kartu chip. Pasalnya, kartu ATM yang menggunakan chip data sudah terenkripsi. Enkripsi artinya proses pengamanan informasi dengan membuat informasi tidak dapat dibaca tanpa bantuan kode atau ilmu khusus.

"Maka dari itu, sebaiknya bank mengganti kartu ATM dengan teknologi chip," ujar Alfons.

Dia menambahkan hingga saat ini rata-rata kartu masih gabungan chip dan magnetik karena masa transisi. Sehingga bank perlu menonaktifkan EDC dan ATM magnetik secara perlahan.

Komentar

Artikel Terkait

Sabtu, , 21 September 2019 - 06:48 WIB

DP Properti Lebih Murah, Kapan Mulai Berlaku?

Jumat, , 13 September 2019 - 11:36 WIB

Bank Dunia Nilai Indonesia Tak Bisa Ekspor Mobil Listrik