DRONE dan Cara Kerjanya

Drone merupakan pesawat nir awak atau pesawat tanpa awak. Pesawat ini tidak membutuhkan seorang pilot untuk memandunya, serta sering disebut sebagai pesawat UAV atau Unmanned Aerial Vehicle. Teknologi ini menjadi salah satu yang berkembang pesat di dunia. Tidak hanya dimanfaatkan dalam dunia militer, drone juga dapat digunakan dalam berbagai bidang kehidupan, seperti kesehatan, pengiriman barang dan bahkan berselfie ria. Tak jarang juga di masyarakat, model pesawat tanpa awak menjadi mainan dan olahraga populer.

Drone ada 2 jenis (Berdasarkan baling baling)  :

 

Fixed wing Drone ( Tunggal)

Drone jenis ini berbentuk seperti pesawat komersial, memiliki kecepatan tinggi, dan daya jangkau lebih yang lebih luas.Biasanya digunakan untuk pemetaan (mapping) dengan membawa konsep seperti scaning. Drone jenis Fixed wins memiliki lebih irit baterai karena menggunakan baling-baling tunggal.

Multicopter Drone (Multi)

Untuk Anda yang ingin membuat video aerial yang bagus, drone multi copter akan lebih baik. Dikarenakan lebih stabil dan daya angkut yang lebih baik. Kekuatan dihasilkan oleh semakin banyaknya baling-baling. Juga akan memberikan kestabilan serta keamanan yang tinggi.


 

 

 

Jenis baling baling :

a.       3 baling baling (3Copter)

b.      4 baling baling (Quadcopter)

c.       6 baling baling (HexaCopter)

d.      8 Baling baling (Octacopter)

Dengan mengetahui jenis dan fungsinya diharapkan kita bisa memilih drone yang sesuai untuk keperluan dan tidak salah dalam membeli walaupun hanya untuk sekedar hobi. 

Sebagai pesawat tak berawak, tentunya tidak ada manusiapun di dalam sebuah drone. Bentuknya bermacam-macam mengikuti tujuan utama penggunaan. Sedangkan cara kerja drone yaitu memanfaatkan kendali jarak jauh atau sistem remote dimana pilot memegang kontrol dari darat. Dengan semakin berkembangnya teknologi, kini adapula drone yang memiliki kemampuan untuk mengendalikan dirinya secara mandiri setelah diprogram menggunakan komputer onboard yang dipasangkan di drone itu sendiri.

Pada awalnya, pesawat jenis drone digunakan sebagai alat pengintaian dan penyerangan atau secara umum dimanfaatkan oleh pihak militer. Menurut sejarahnya, ide pengembangan pesawat tanpa pilot sudah ada sejak 22 Agustus 1849. Waktu itu, Austria berusaha menyerang kota Venesia di Italia dengan menggunakan balon tak berawak yang penuh akan bahan peledak. Cara kerja drone sederhana ini tidak sepenuhnya berhasil. Beberapa balon mengenai sasaran, tetapi adapula yang terjebak angina dan berubah arah.

Namun, dewasa ini pemanfaatan teknologi drone juga menjalar ke area sipil (non-militer). Tujuan utama yang tadinya seperti rudal, kini berubah sebagai alat yang bermanfaat untuk pemetaan wilayah, fotografi, pemadam kebakaran, pemeriksaan jalur pemipaan dan sebagainya. Tentunya cara kerja drone disesuaikan dengan fungsi dan tujuan penggunaan. Sampai saat ini, drone telah dimanfaatkan pula dalam industri bisnis dan diaplikasikan k we dalam berbagai layanan, seperti:

Pengiriman komersil

Pengawasan keamanan komersil

Eksplorasi tambang, minyak dan mineral

Bantuan kesehatan darurat

Pembuatan film

Dalam pembuatannya, umumnya drone dirancang dalam bentuk multirotor dimana jenis paling populer yaitu quadcopters atau kendaraan dengan empat rotor (penggerak). Adapula jenis flapping wings dimana bentuk rancangannya menyerupai burung.

Semakin canggih teknologi yang ditanam dalam suatu desainnya, semakin rumit pula cara kerja drone. Namun, kemudahan mengatur pesawat tanpa awak ini secara jarak jauh justru memberikan fleksibilitas bagi pengguna melakukan suatu misi di area tertentu atau tidak mudah dijangkau oleh manusia. Sebagai contoh saat melakukan tinjauan di area yang terkena bencana. Saat tim penyelamat masih kesulitan menjangkau tempat tersebut untuk melakukan penyusuran dan evakuasi, satu atau beberapa drone dapat dikirim untuk meninjau lokasi dan mengirimkan laporan dengan lebih cepat.

Teknologi drone semakin menarik perhatian banyak kalangan, terutama di bidang bisnis. Fungsinya yang mampu diterapkan ke dalam berbagai misi menjadi pertimbangan utama. Hal ini ternyata dapat membantu dalam peningkatan produktivitas, penekanan biaya operasional dan minimalisasi resiko kecelakaan. Selain itu, banyaknya pihak yang menginginkan drone, tentunya membuka peluang bagi para ahli dalam teknologi robotika untuk mengkomersilkan keahliannya.

Di Indonesia sendiri sudah ada komunitas khusus yang beranggotakan pecinta drone. Meskipun begitu, harganya yang mahal menjadikan tidak semua orang bisa memiliki dan menggunakannya. Selain itu, di beberapa daerah pesawat nir awak dilarang terbang dengan alasan kamera yang terpasang di badan pesawat dapat mengganggu privasi orang lain. Anggota-anggota komunitas umumnya mereka yang ingin memperdalam ilmu fotografi dan film.

Banyak dari mereka datang dari instansi atau perusahaan tertentu yang membutuhkan pemanfaatan alat khusus untuk pembidikan objek. Adapula anggota yang bergabung dengan alasan hobi. Mereka belajar menerbangkan pesawat tanpa awak untuk bisa ikut kompetisi balapan layaknya adu cepat mobil yang dikendalikan dengan remote kontrol. Tentunya pemahaman tentang cara kerja drone dan bagaimana mengendalikannya menjadi poin utama dalam perlombaan tersebut.

Cara kerja Drone

Cara kerja drone yang akan kita bahas ini adalah untuk drone yang di pasarkan untuk kalangan umum. Jadi mungkin ini akan berbeda jika cara pandang kita adalah drone untuk keperluan militer. Drone yang sering kita lihat di beberapa tempat umum ini memiliki ukuran yang tidak begitu besar dan lebih mirip seperti mainan anak-nak yaitu helicopter yang menggunakan remote. Sebenarnya memang mirip jika melihat cara kerja yang sederhana namun drone memiliki kerumitan dan harga yang jauh berbeda dari segi pembuatan.

Jika mainan anak-anak atau bagi Anda yang hobi aero medelling  menggunakan pesawat mini berbahan bakar bensin atau batrey yang lainnya di kendalikan menggunakan remote contol drone pun demikian. Bedanya drone menggunakan jarak radio yang lebih luas sekitar 2,4 GHz. Selain itu drone dapat di control menggunakan smartphone karena drone memiliki chip komputer serupa arduino namun lebih kompleks. Chip ini membuat drone dapat mengolah gambar dari kamera yang terpasang padanya kemudian mengirimkan hasilnya ke smartphone yang digunakan sebagai control.

Seperti apa bentuknya jika di smartphone? mirip aplikasi dan memang aplikasi namun bawaan dari merek drone itu sendiri kecuali Anda merakitnya sendiri maka Anda harus mencari penyedia dari pihak ketiga atau membuat programnya sendiri.

Gambar yang di kirimkan oleh chip drone adalah real time dan Anda bisa mengatur resolusi sesuai spesifikasi dronne, mengarahkan kemana drone itu akan pergi belok kanan dan kiri seesuai dengan tampilan video yang dikirimkan. Cara mengendalikannya pun mirip saat Anda memeinkan game race pada gadget, Anda hanya perlu menggunakan telunjuk dan mengarahkan ke kiri atau kekanan. Anda juga bisa mengatus apakah video atau foto yang akan Anda ambil.

Bagaimana dengan GPS?

Beberapa drone mahal delengkapi dengan chip GPS. Cara kerjanya adalah sebelum terbang harus di pastikan dapat sinyal GPS terlebih dahlu dan ada batas minimal sinyal yang didapatkan untuk drone bisa terbang.

Kenapa ada batas minimal?

Drone yang akan di terbangkan menggunakan GPS benar-benar tergantung dengan kekuatan sinyal GPS. Karena drone yang di terbangkan dengan GPS tidak terikat jarak antara pilot dengan drone, so dimanapun Anda berada drone akan tetap terbang sesuai perintah Anda.

Kok bisa?

Disitu ada perantara yaitu satelit GPS. Anda mengirimkan data ke satelit dan satelit mengirimkan data ke drone. Itu kenapa sinyal harus kuat atau jika tidak drone Anda akan hilang selamanya bisa juga lost control.Ini adalah masalah besar dan itu sudah di pikirkan oleh para pencetus drone. Jika tidak, tentu drone tidak akan populer seperti sekarang.

Drone dengan kemampuan GPS sudah di wajibkan untuk dilakukan setting home base (tempat pulang ) melalui koordinat sesuai keinginan Anda. So… drone akan kembali ke rumah jika hilang kontak atau perhitungan baterai pada jarak tertentu tidak akan cukup untuk kembali ke koordinat rumah. Woow, cukup pintar.

Keuntungan lain dari GPS yang dimiliki bagi fotographer adalah Anda bisa menentukan auto fly dan record pada titik koordinat tertentu. Jadi Anda tidak perlu mengawasi drone dan Anda bisa berkonsentrasi untuk berpose dengan sempurna.

 

 

Komentar

Artikel Terkait