LG X Screen K500dsZ Dua Layar, Kemampuan Standar

iToday-Model kedua di “X Series” yang masuk Indonesia ini sedikit berbeda dibanding X Cam. Tidak dibekali dua kamera di sisi belakang, tapi sesuai namanya ‘X Screen’, ponsel ini mengunggulkan sektor layar. LG X Screen punya dua layar di bagian depan, satu berukuran normal satunya lagi ‘mungil’ dengan posisi di sisi atas. Selain layar, ponsel yang dibanderol dengan harga cukup terjangkau ini juga menyertakan teknologi Dual SIM 4G LTE, dan tentunya dilengkapi pula dengan sederet fitur khas LG.

Pilihan Warna             : Black, White

Paket Penjualan          : Handset, Charger, kabel data, earset, buku manual,                   kartu garansi, SIM ejector

Harga Produk              : Rp 2.999.000,-

Desain Apik, Enak Digenggam

Meski secara fisik tampil standar layaknya ponsel masa kini, namun konstruksi bodi LG X Screen terbilang cukup kompak dan solid. Covernya didominasi bahan plastik, dengan sisi yang dihiasi chrome metal. Baik bodi depan maupun belakang LG X Screen, menerapkan konsep ‘Glass Fiber Design’. Cukup ‘mewah’ untuk ukuran ponsel mid-end.

Selain memiliki desain yang cukup apik, LG X Screen juga hadir dengan dimensi yang tidak terlalu besar. Pas dan nyaman digenggam, dengan bobot yang juga lumayan ringan.

Sama seperti X Cam, LG X Screen pun menerapkan konsep desain unibodi. Otomatis, kompartemen baterai tertanam di bodi dalam alias tidak bisa dilepas dengan mudah. Ponsel ini menempatkan slot SIM tray di sisi kanan, bagian atas tombol power/lock screen. Konsep slot SIM card yang digunakan adalah Hybrid. Artinya, ada dua baki kartu yang terdiri dari slot SIM 1 dan slot SIM 2 sekaligus kartu microSD.

LG X Screen menggunakan model kartu Nano-SIM, yang untuk kalangan menengah ke bawah masih terbilang merepotkan. Pasalnya, untuk yang sebelumnya menggunakan jenis micro-SIM atau mini-SIM, harus mengganti atau memotongnya menjadi Nano-SIM.

Dua Layar, Cukup Unik

Jika di Samsung Galaxy S6 Edge maupun S7 Edge menempatkan layar tambahan berbentuk curve di sisi bodi, LG X Screen memiliki layar kedua di bagian atas layar utama. Posisinya agak mojok ke kanan, dengan ukuran 1.76 inci, 80 x 520 piksel. Tak seperti layar utama, layar tambahan ini didukung kemampuan Always-On. Artinya, layar ini akan selalu aktif alias menyala meski layar utamanya mati/off.

Layaknya di Galaxy S6 Edge/S7 Edge, layar kedua LG X Screen juga mampu menampilkan beragam notifikasi penting terkait aktifitas ponsel. Mulai dari notifikasi pesan singkat, instan messaging, pengaturan hingga jam dan tanggal. Natifikasi yang tertampil di layar kedua ini tergantung pengaturan di layar utama. Secara umum, fungsi notifikasi tersebut sejatinya sama seperti notification bar yang umumnya muncul di bagian atas layar utama. Di layar kedua ini, Anda juga bisa menampilkan ‘tombol darurat’ untuk panggilan emergency.

Menariknya, meski mendukung Always-On, Anda tetap bisa melakukan pengaturan terkait layar kedua ini. Ingin diaktifkan saat layar utama menyala, atau malah dinonaktifkan baik ketika layar utama aktif maupun non-aktif.

Uniknya, Anda juga bisa mempersonalisasi tampilan ‘signature bar’ yang secara default bertuliskan ‘X Screen’ dengan tulisan nama Anda atau pesan khusus termasuk motto pribadi.

Kamera Depan dengan Face Detection

Meski secara khusus tidak menggadang-gadang kemampuan kamera, namun LG X Screen tetap memprioritaskan fitur ini. Layaknya ponsel kelas menengah, LG X Screen dibekali kamera dengan resolusi 13 megapiksel di bagian belakang. Interface serta pengaturan kameranya standar dan sederhana. Tak banyak fitur khusus yang disertakan. Anda hanya akan menemukan beberapa pilihan mode kamera yang ala kadarnya.

Soal kualitas, tentu saja sesuai dengan spesifikasi dan fitur yang dibawa kameranya. Hasil foto terlihat lumayan jernih dan tajam, dengan brightness serta saturasi yang tergolong seimbang. Gak jauh-jauh lah dari kamera ponsel mid-end kebanyakan. Hanya saja, jika digunakan untuk menjepret obyek di tempat minim cahaya, kamera LG X Screen tidak mampu bekerja dengan prima. Meski sudah didukung dengan LED flash, hasil jepretan di tempat ‘redup’ masih terlihat kurang jelas. Poin plusnya, Anda bisa langsung berbagi hasil foto ke berbagai layanan jejaring sosial semisal Facebook, maupun via email dan Bluetooth. 

Untuk yang hobi selfie, LG X Screen menyertakan kamera depan 8 MP yang ditopang fitur Beauty untuk mempercantik hasil jepretan. Uniknya, kamera depan ponsel ini juga disokong fitur ‘Face Detection’ yang memungkinkan Anda untuk menjepret foto tanpa harus menekan tombol shutter virtual. Poin plusnya, fitur ini mampu mengambil foto otomatis dengan kecepatan 1 detik.

Selain face detection, kamera ponsel ini juga dilengkapi beberapa fitur menarik lain. Sebut saja Gesture shot yang memungkinkan Anda menjepret foto berdasarkan lambaian tangan. Ada juga Chees shutter yang mengandalkan suara untuk foto, cukup dengan mengatakan Cheese, Smile, Whiskey, Kimchi atau LG.

Qualcomm Snapdragon, Performa Standar

Jika di kelas mid to low lain lebih banyak didominasi ponsel dengan chipset MediaTek, LG X Screen sudah menggunakan besutan Qualcomm, yakni Snapdragon 410. Meski begitu, prosesornya masih sebatas Quad-core 1.2GHz. Jika dikomparasi, rentang harga yang ditawarkan ponsel ini tergolong tinggi. Pasalnya, di pasaran sendiri ponsel yang memiliki spesifikasi chipset di atas LG X Screen banyak yang dibanderol kurang dari 2 jutaan.

Untuk mendukung kemampuan hardware, X Screen disokong RAM 2GB plus storage internal 16GB yang dapat diekspansi menggunakan kartu microSD hingga 256GB. Supaya lebih jelas, PULSA menguji performa jeroan ponsel ini menggunakan beberapa aplikasi benchmark. Dengan AnTuTu, LG X Screen mengantongi skor 22636 yang posisinya ada di bawah Advan i45, Asus Zenfone 2 Laser ZE550KL dan Hisense PureShot Lite. Namun sedikit di atas Acer Liquid Z330 dan Sony Xperia C.

Dengan GeekBench 3, LG X Screen membukukan angka 402 untuk Single-core dan 1272 multi-core. Sementara dengan Quadrant standard, ponsel ini mencatatkan nilai 13293. Untuk uji grafis, PULSA menggunakan aplikasi NenaMark 2 dan LG X Screen memperoleh 54.4fps. Saat diuji menjalankan aplikasi dan game, kinerjanya masih terasa kurang mulus dan sedikit ngelag.

Baterai Kecil dengan Power Saver Standar

Jika dibandingkan dengan X Cam, baterai LG X Screen terbilang lebih kecil. Kapasitasnya cuma sekitar 2300 mAh. Sepanjang pengujian, dengan kondisi konektivitas dan akses data aktif, baterai ponsel ini hanya mampu bertahan kurang dari 8 jam.

Meski begitu, ponsel ini sudah dilengkapi dengan fitur penghemat daya. Hanya saja, battery saver yang disediakan hanya menawarkan kemampuan standar. Tanpa ada opsi pengaturan baterai lanjutan. Namun, secara fungsi sudah lumayan tangguh untuk menghemat konsumsi baterai.

Dual SIM 4G LTE

Sama seperti X Cam, LG X Screen juga menerapkan konsep Dual SIM Dual Standby dengan jenis kartu Nano-SIM. Menariknya, slot SIM utama ponsel ini mendukung teknologi jaringan 4G LTE. Baik FDD maupun TDD.

Artinya, Anda bisa menggunakan semua kartu SIM 4G dari operator seluler yang ada di Indonesia seperti Telkomsel, Indosat, XL, Tri maupun Smartfren dan Bolt. Namun khusus Smartfren dan Bolt hanya mendukung ‘data’ saja.

Berdasarkan spesifikasi bawaan, LG X Screen telah dibekali kemampuan Voice over LTE (VoLTE). Anda bisa memanfaatkan aplikasi VoLTE pihak ketiga yang didukung operator seluler, untuk bisa menggunakan layanan ini. Sayang, layanan VoLTE di Indonesia masih belum bisa dinikmati dengan maksimal. (iwk)

 

 

Tags @K500dsZ

Komentar

Artikel Terkait

Kamis, , 06 Oktober 2016 - 13:44 WIB

LG X Screen K500dsZ Dua Layar, Kemampuan Standar

Telah dilihat : 1690 kali

sahabat total episode 2

Telah dilihat : 1647 kali

sahabat total episode 1