Hisense F30 PureShot Lite Bodi Metal, Performa Hardware Kurang Maksimal

 

iToday -Versi ‘Lite’ dari PureShot Series besutan Hisense ini tampil dengan desain yang cukup keren. Berbodi metal, dengan konstruksi yang solid dan kokoh. Hadir sebagai ponsel 4G LTE Dual SIM untuk kelas pemula. Hisense F30 PureShot Lite berjalan di platform OS terbaru, yakni Android 6.0 Marshmallow plus Vision UI 3.0 besutan Hisense, yang menawarkan antarmuka yang lebih userfriendly dan tentunya disokong pula dengan beragam aplikasi/software yang lebih beragam.

Bodi Metal, Solid dan Kokoh

Tak seperti generasi awal PureShot yang memiliki desain berbahan plastik, di generasi kedua termasuk PureShot Lite ini Hisense ‘serius’ ingin menunjukan kualitas produknya. Hal ini terlihat dari penggunaan material logam. Hampir sebagian besar lekuk bodi PureShot Lite didominasi bahan metal. Terlihat premium dan elegan. Padahal, ponsel ini dibanderol dengan harga yang cukup terjangkau loh. Bandingkan dengan beberapa produk kompetitor, ponsel berbodi metal mereka rata-rata dibanderol dengan harga yang cukup tinggi.

Dimensi bodi ponsel ini cukup kompak di tangan. Tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil. Penggunaan material logam ini juga membuat konstruksi fisiknya terasa solid serta kokoh. Sangat nyaman digenggam.

Tidak seperti PureShot/+ yang menerapkan konsep desain klasik, di PureShot Lite ini Hisense kembali menunjukan inovasinya dengan menawarkan model unibodi. Sama seperti PureShot Plus 2 dan Hisense Kingkong II.

Di ponsel ini, Hisense juga menghadirkan model SIM tray terbaru. Konsep Hybrid dipilih untuk model slot SIM card di PureShot Lite ini. Hanya saja, penerapan model Nano-SIM card di kedua slot agak sedikit merepotkan. Terlebih, jika Anda ingin menggunakan kartu Smartfren yang sampai saat ini belum menyediakan katu jenis Nano-SIM. Otomatis, Anda harus memotongnya.

Sistem Operasi Paling Anyar

Tidak seperti ponsel Hisense lainnya, PureShot Lite bisa dibilang sebagai generasi pertama yang langsung menggunakan OS paling baru, Android 6.0 Marshmallow serta Vision UI 3.0. Kombinasi ini menghadirkan, antarmuka yang lebih baik dan tentunya didukung pula dengan beragam fungsi serta aplikasi anyar yang telah mendapatkan peningkatan kemampuan  dibanding produk-produk sebelumnya.

Hardware Kelas Pemula, Performa Standar

Meski tidak secara langsung dianggap ‘menurunkan’ kualitas, namun penggunaan chipset MediaTek di PureShot Lite ini jelas mengindikasikan jika ponsel ini memang diperuntukan bagi kelas pemula. Pasalnya, PureShote generasi sebelumnya termasuk PureShot Plus 2 dan Kingkong II yang terbaru rata-rata memakai chipset Qualcomm Snapdragon.

Chipset MediaTek MT6735P yang dibawa PureShot Lite memiliki clockspeed 1 GHz, dan dikombinasikan dengan RAM 2GB serta storage internal sebesar 16GB. Dari total memori internal yang sejatinya lumayan besar, sekitar 5GB diantaranya digunakan untuk sistem ponsel dan sisanya dibagi-bagi untuk fungsi lain termasuk aplikasi.

Untuk menguji performa jeroan Hisense PureShot Lite, PULSA menggunakan beberapa aplikasi benchmark favorit. Dengan AnTuTu, ponsel ini mengantongi nilai tertinggi sekitar 23294 yang setingkat di atas Acer Liquid Z330 dan Sony Xperia C. Namun, sedikit di bawah Advan i45 yang memiliki spesifikasi hampir sama tapi dibanderol lebih murah.

Sementara dengan GeekBench 3, PureShot Lite membukukan skor 440 untuk single-core dan 1204 untuk multi-core. Dengan Quadrant Standard, ponsel ini mencatat angka 10653. Untuk grafis Mali-T720 yang digunakannya, PULSA memakai aplikasi NenaMark 2 dengan skor 46.7fps.

Dari hasil uji benchmark tersebut, bisa ditarik kesimpulan performa Hisense PureShot Lite secara garis besar cukup standar. Bahkan bisa dibilang kurang optimal. Saat PULSA menggunakannya untuk menjalankan game Clash of Clans saja, terasa ngelag dan tidak lancar.

Baterai dengan Fitur Power Saving

Untuk ukuran ponsel 4G pemula, baterai 2500 mAh yang dibawa PureShot Lite tergolong lumayan besar. Untuk sekali pengisian (penuh), baterai ponsel ini bisa bertahan lebih dari satu hari. Tentunya dengan pengoperasian normal.

Poin plusnya, ponsel ini telah disokong fitur ‘Power manager’ yang di dalamnya terdapat beberapa pilihan mode penghemat baterai. Sedikit lebih baik jika dibanding Hisense Kingkong II yang tidak memiliki sistem manajemen power yang baik.

Nah, jika Anda mengharapkan adanya kemampuan pengisian baterai cepat (fast charging), Hisense PureShot Lite tidak didukung kemampuan ini.

Dual SIM 4G LTE Semua Operator

Seperti halnya generasi awal PureShot Series, di PureShot Lite pun Hisense menanamkan dua teknologi 4G LTE, yakni TDD (Time Division Duplex) yang berjalan di frekuensi 2300 MHz (Band 40) dan FDD (Frequecy Division Duplex) di Band 2, 3, 5, 26 dan 8.  Artinya, Anda bisa menggunakan semua kartu 4G LTE operator seluler yang ada di Indonesia seperti Telkomsel, Indosat, XL, Tri maupun Smartfren dan Bolt. Khusus untuk Smartfren dan Bolt hanya untuk data saja (data only). Namun, untuk 4G LTE hanya bisa digunakan di slot SIM 1, sedangkan slot SIM 2 hanya mendukung 2G GSM.

Di PureShot Lite ini Hisense tidak lagi menjejalkan teknologi CDMA Rev.A yang sebelumnya hadir di PureShot awal juga di Hisense Kingkong II. Jika Anda ingin menggunakan kartu Smartfren, untuk voice-nya bisa memanfaatkan layanan VoLTE (Voice over LTE). Sayangnya, layanan VoLTE ini masih sangat terbatas penggunaannya.Pasalnya, belum semua operator seluler di Indonesia menerapkan layanan VoLTE.

Kendala lainnya, Hisense PureShot Lite menggunakan jenis Nano-SIM untuk di kedua slot SIM. Dengan kata lain, PureShot Lite merupakan ponsel Nano-SIM+ Nano-SIM pertama Hisense yang ada di pasaran tanah air. Anda yang sebelumnya menggunakan jenis mini-SIM atau micro-SIM, tentu saja harus memotongnya. Sedikit merepotkan memang.

 

Kamera Standar

Untuk urusan fotografi, Hisense PureShot dibekali kamera utama 8MP dengan fitur Autofokus plus LED flash. Di dalamnya, kamera ponsel ini dilengkapi dengan fitur yang lumayan apik seperti HDR, Panorama serta opsi profesional (Pro). Meski begitu, masih kalah keren dan komplit jika dibanding dengan PureShot/+.

Soal hasil foto, tentu saja standard an rata-rata seperti ponsel ‘low-end’ kebanyakan. Saat digunakan di indoor dalam kondisi pencahayaan standar, meski menggunakan LED flash hasil foto masih terasa kurang terang dengan detil gambar yang banyak dihiasi noise. Namun, di outdoor dengan pencahayaan berlimpah, sedikit agak lebih baik.

Untuk pecinta selfie, Hisense PureShot Lite menanamkan kamera depan 5MP yang didukung mode beauty. Di viewfinder-nya, Anda bisa mengatur tingkat ‘kemolekan’ wajah dengan mudah. (iwk)

 

 

 

Tags #Hisense

Komentar

Artikel Terkait

Telah dilihat : 1944 kali

sahabat total episode 2

Telah dilihat : 1915 kali

sahabat total episode 1