Apa Itu 5G?

iToday - Buat pengguna ponsel istilah 2G, 3G atau 4G pasti tidaklah asing. Secara awam, teknologi tersebut dapat diterjemahkan dengan teknologi yang memungkinkan pengguna ponsel mengakses internet dengan kecepatan tertentu yang disediakan oleh operator. Kini, teknologi tersebut menuju pada kecepatan 5G. Berikut sedikit ulasan tentang seluk beluk dan bagaimana 5G bekerja.

5G berasal dari bahasa Inggris ‘fifth generation’ yang berarti generasi kelima. 5G adalah sebuah istilah yang digunakan untuk menyebut generasi kelima sebagai fase berikutnya dari standar telekomunikasi seluler melebihi standar 4G. Teknologi generasi kelima ini direncanakan akan resmi diliris untuk sistem operasi seluler pada tahun 2020.

Namun dalam perhelatan Mobile World Congress (MWC) 2017 di Barcelona, ZTE sudah menunjukkan produk 5G seri terbaru yang memberi keuntungan lebih bagi operator yang sudah mengawali transisi mereka ke layanan next-generation. ZTE memperkirakan bahwa produk 5G ini akan mulai diterapkan dalam jaringan 5G komersial pada kuartal pertama tahun 2019.

Sebagai perbandingan, jaringan 4G mampu menyediakan layanan berkualitas tinggi dan kecepatan transfer data yang tinggi dengan kualitas penerimaan yang lebih baik, aliran transfer data lebih stabil, serta pertukaran informasi lebih cepat. 4G memberikan kecepatan transfer data minimal 100 mbps (megabit per detik) saat pengguna bergerak pada kecepatan tinggi serta 1 gbps (gigabit per detik) dalam posisi diam. Sedangkan teknologi 4,5G menawarkan pelanggannya dapat menikmati peningkatan kecepatan internet upload maupun download meningkat hingga 20 persen dibanding 4G.

Cara Kerja 5G

Dalam teknologi 5G, data akan dikirimkan melalui gelombang radio. Gelombang radio akan terbagi menjadi frekuensi-frekuensi yang berbeda. Setiap frekuensi disiapkan untuk tipe komunikasi yang berbeda, seperti aeronautical dan sinyal navigasi maritim, siaran televisi, dan mobile data. Penggunaan frekuensi-frekuensi ini diregulasikan oleh International Telecommunication Union (ITU). ITU telah merestrukturasi bagian-bagian gelombang radio secara komprehensif untuk mentransmisikan data sambil mengembangkan teknologi komunikasi yang sudah ada termasuk 4G dan 3G.

Kelebihan 5G

Teknologi 5G belum dapat dipastikan seperti apa keunggulan dan kekurangannya karena saat ini hal itu masih berupa konsep. Tetapi dari konsep-konsep yang diciptakan tersebut, terdapat beberapa konsep yang menjadi tujuan utama dari teknologi 5G, yaitu:

•       Kecepatan data yang lebih signifikan dari 4G.

•       Memiliki transfer data antar ponsel dengan kecepatan satu mili                  detik.

•       Dapat terkoneksi dengan alat seperti ponsel, perangkat mobile lain, dan peralatan rumah tangga.

Teknologi 5G diprediksi memiliki kecepatan sekitar 800Gbps, atau seratus kali lebih cepat dari kecepatan generasi sebelumnya. Dengan kecapatan seperti itu, teknologi 5G bisa memungkinkan untuk mengunduh 33 film HD (high definition) hanya dalam beberapa detik. Kabarnya Korea Selatan juga sedang mengembangkan teknologi 5G dan diprediksi kecepatan maksimalnya dapat mencapai 100 kali lebih cepat dibanding teknologi 4G, atau lebih tepatnya 10Gbps. Rencananya, jaringan 5G akan mulai diterapkan di Korea Selatan pada tahun 2017 dan baru dapat digunakan secara komersial pada tahun 2020.

Bahkan ada yang memprediksi dibandingkan dengan jaringan 4G, teknologi 5G dapat menyediakan koneksi yang lebih besar, kapasitas 1000 kali lebih besar, throughput 10 kali lebih cepat, dan latency yang lebih rendah.

Untuk Indonesia, Ketua Umum Mastel (Masyarakat Telematika Indonesia) Kristiono mengungkapkan, tahun 2020 merupakan jangka waktu yang ideal bagi Indonesia untuk menerapkan teknologi 5G. Sebab, mulai saat ini, masyarakat, pelaku industri dan juga pemerintah diberi jangka waktu selama lima tahun untuk mempelajari teknologi 5G, bisnis model, menata regulasi, serta melakukan edukasi kepada masyarakat tentang manfaat teknologi 5G.

Berita terbaru pada ajang MWC 2017, ZTE juga memperkenalkan seri lengkap solusi mmWave dan sub-6GHz base stations (BTS). Solusi 5G terbaru ini mendukung antarmuka 5G New Radio (NR) lewat udara dari 3rd Generation Partnership Projects (3GPP) dan pita frekuensi 5G yang umum digunakan dalam industri. BTS 5G terbaru milik ZTE menggunakan Massive Multiple Input, Multiple Output (MIMO), Beam Tracking, Beam Forming, dan teknologi penting lainnya yang dimiliki standar 5G, yang telah sesuai dengan ketentuan untuk penyebaran tahap pra-komersial.

Solusi Pre5G milik ZTE memungkinkan operator untuk menyamai performa jaringan 5G pada infrastruktur 4G LTE yang tersedia, memberikan performa lebih dalam data throughput dan mengurangi latency. Solusi Pre5G milik ZTE didesain khusus agar mudah di-upgrade ke 5G di masa depan, dan telah diterapkan pada lebih dari 40 jaringan di 30 negara di seluruh dunia. Pada MWC 2017, ZTE menunjukkan smartphone Gigabit pertama di dunia yang mendukung skala transmisi data mencapai 1 Gbps, yang memberikan pengalaman termutakhir bagi para penggunanya.

 

Dikutip dari berbagai sumber

 

 

Tags #5g

Komentar

Artikel Terkait

Jumat, , 10 Maret 2017 - 09:21 WIB

Apa Itu 5G?

Telah dilihat : 1944 kali

sahabat total episode 2

Telah dilihat : 1915 kali

sahabat total episode 1