Trump Dituntut Tujuh Pengguna Twitter yang Akunnya Diblokir

itoday - Dalam 30 tahun terakhir, Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah berhadapan dengan 4.000 tuntutan hukum. Meski kini dia sudah menjadi orang nomor satu di AS, hal itu tidak membuat orang berhenti melayangkan tuntutan padanya.

Baru-baru ini Trump dituntut gara-gara memblokir tujuh pengikutnya di akun media sosial Twitter. Tuntutan tersebut diajukan oleh Institut Knight Amendment, sebuah grup ujaran bebas dari Universitas Colombia.

Ketujuh pengguna Twitter itu mengklaim akun mereka diblokir Trump dan juga asistennya setelah merespon kicauan Trump dengan komentar bernada kritis atau cemoohan.

"Dengan memblokir orang-orang ini, maka Trump telah melarang mereka bergabung dalam satu percakapan daring. Pemblokiran adalah usaha untuk menekan perbedaan pendapat di forum publik dan pelanggaran terhadap amandemen kebebasan bicara," demikian pernyataan penuntut, seperti dilansir dari laman BBC, Rabu (12/7).

Seperti diketahui, Trump memang dikenal cukup aktif di forum media sosial untuk menyuarakan pendapat baik berupa pujian atau kritikan. Namun sepertinya dia tidak suka dengan respon-respon yang diberikan pengikutnya sehingga pemblokiran adalah satu-satunya langkah yang dia ambil.

Selain Trump, nama Sekretaris Pers Gedung Putih Sean Spicer dan direktur media sosial Trump, Daniel Scavino, juga turut disertakan dalam tuntutan hukuman tersebut.

Sebagai informasi Trump memiliki dua akun Twitter yang secara aktif digunakannya yakni @realDonaldTrump dengan 33,7 juta pengikut dan @POTUS akun resmi kepresidenan dengan jumlah pengikut sebanyak 19,3 juta.

Komentar

Artikel Terkait

Sabtu, , 23 September 2017 - 00:06 WIB

Iran Bakal Tingkatkan Kemampuan Rudalnya

Jumat, , 22 September 2017 - 11:19 WIB

Kim Jong-un Marah, Sebut Trump Gila dan Bakal Bayar Mahal

Telah dilihat : 1315 kali

sahabat total episode 2

Telah dilihat : 1266 kali

sahabat total episode 1