Wakil Presiden Membuka Pameran Properti, Minta KPR Khusus Marbot Hingga Gojek

Image result for foto pameran properti 2020

itoday - Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin kemarin menghadiri pembukaan Indonesia Properti Expo 2020 yang digelar oleh Bank BTN di Jakarta Convention Center (JCC).

Dalam sambutannya, Ma'ruf mengatakan, program pembangunan satu juta rumah selama 5 tahun terakhir ini 70%-nya disasar oleh Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

"Kita patut berbangga bahwa program pembangunan satu juta rumah dalam rata-rata 5 tahun terakhir, lebih dari 70%-nya dapat dinikmati oleh golongan MBR," kata Ma'ruf di Jakarta, Sabtu (15/2/2020).

Untuk itu, ia berharap pengembang terus mendorong pengadaan rumah untuk MBR khususnya pekerja di sektor informal seperti ojek, tukang cukur, hingga penjaga masjid atau marbot.

"Ke depan mari kita berusaha agar golongan MBR khususnya yang bekerja di sektor informal seperti pengemudi ojek, pekerja pangkas rambut tadi yang seperti di Garut, bahkan sampai kepada petugas penjaga masjid atau marbot dapat lebih banyak lagi yang memiliki hunian atau rumah," terang Ma'ruf.

Menurutnya, rumah adalah madrasah atau sekolah pertama bagi seorang anak. Sehingga, pengadaan rumah bagi MBR ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan dan pendidikan masyarakat Indonesia.

"Selain sebagai tempat berteduh, rumah merupakan madrasah atau sekolah pertama bagi anak dan sarana membangun masyarakat yang lebih baik," imbuh dia.

Ma'ruf Amin ke Bank BTN: Jangan Cairkan Kredit ke Pengembang Kalau...

Wakil Presiden (Wapres) KH Ma'ruf Amin meminta seluruh pihak mendukung program pencegahan stunting yang tengah dilakukan pemerintah. Begitu juga dengan pengusaha di sektor properti.

Menurut Ma'ruf, sektor properti punya andil dalam mencegah stunting, yakni dalam penyediaan air bersih dan sanitasi.

"Kesediaan air bersih dan sistem sanitasi yang baik berpengaruh pada risiko stunting yang harus ditekan angkanya untuk perbaikan generasi mendatang," kata Ma'ruf di Indonesia Properti Expo 2020 yang digelar Bank BTN di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta, Sabtu (15/2/2020).

Ia berpesan khusus ke BTN agar tak menyalurkan kredit bagi pengembang yang membangun perumahan tanpa ada saluran air dan sanitasi yang baik.

"Saya minta kepada Bank BTN agar jangan menyalurkan kredit kepada pengembang sebelum air bersih dan sistem sanitasi dipastikan cukup dan berfungsi dengan baik," terang Ma'ruf.

Ia menuturkan, saat ini tingkat stunting di Indonesia masih lebih dari 27%. Di 2024 mendatang, pemerintah menargetkan tingkat stunting turun di angka 14%.

"Ini targetnya sangat ambisius sehingga kita harus membantu termasuk penyediaan rumah untuk tidak timbulnya atau memperkecil stunting," imbuh dia.

Sementara itu, Direktur Utama (Dirut) BTN Pahala N. Mansyuri menuturkan, dalam mengajukan kredit pembangunan perumahan baik subsidi atau non subdisi pihaknya memiliki standar ketat yang harus dipenuhi pemohon.

"Rumah non subsidi saja sudah ada standarnya apa lagi rumah yang bersubsidi. Standar yang kita terapkan untuk memastikan bahwa pencarian kredit, pemilihan kredit dan sebagainya itu memenuhi standar-standar yang tadi khususnya bagi mereka yang memperoleh kredit konstruksi dari Bank BTN," ujar Pahala.

 

sumber berita / foto : detikfinance/rakyatmerdekanews.com

Komentar

Artikel Terkait