Perhatian Investor! Tak Ada Pre-Opening Pagi Ini

Image result for gambar grafik saham lokal

itoday - Bursa Efek Indonesia (BEI) menyebutkan mulai pagi ini Jumat (13/3/2020) tak akan ada perdagangan di periode pra perdagangan (pre-opening). Hal ini merupakan salah satu dari beberapa keputusan yang dilakukan oleh otoritas bursa untuk mengurangi tekanan yang terjadi pada pasar saham dalam negeri.

Dalam siaran pers yang disampaikan BEI, keputusan ini berlaku hingga batas waktu yang akan ditetapkan kemudian oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan pihak bursa.

"Mengeluarkan seluruh saham dari daftar saham yang diperdagangkan pada sesi Pra-pembukaan, sehingga tidak terdapat saham yang dapat diperdagangkan pada sesi Pra-pembukaan," tulis siaran pers tesebut, dikutip Jumat (13/3/2020).

Adapun saham-saham yang dimaksud tak lagi bisa diperdagangkan dalam pra pembukaan pasar ini secara praktis merupakan saham-saham yang berada dalam indeks LQ45.

Pre-opening adalah periode dimana investor bisa mengambil posisi jual atau beli untuk saham-saham yang dapat diperdagangkan di periode ini. Periode ini berlangsung pada pukul 08.45-08.55 WIB dan setelahnya sistem akan menentukan pertemuan harga terbaik untuk order yang berlangsung selama 10 menit sebelumnya.

Selain tak ada pra perdagangan mulai pagi ini, bursa juga mengubah batasan Auto Rejection bawah (ARB) dari saham-saham untuk seluruh fraksi harga, dari sebelumnya sebesar 10% menjadi 7%.

Selain itu, untuk saham yang baru dicatatkan di bursa (listing) batas auto rejection yang ditetapkan hanya bisa satu kali dari persentase batas auto rejection yang ditetapkan oleh bursa berdasarkan fraksi harganya.

Seperti diketahui, sebelumnya untuk saham-saham yang diperdagangkan perdana biasanya bisa mencapai auto reject atas (ARA) sebanyak dua kali dari batas ARA yang ditetapkan. Besarannya bervariasi berdasarkan fraksi harga, yakni 35% untuk harga Rp 50-Rp 200/saham, 25% untuk harga Rp 200-Rp 5.000/saham dan 20% untuk harga di atas Rp 5.000.

Pertimbangan dikeluarkannya kebijakan ini mengingat perkembangan kondisi pasar modal global maupun dalam negeri yang mengalami tekanan setelah WHO menetapkan virus corona (COVID-19) sebagai pandemi global.

 

sumber berita/foto : cnbcindonesia/alinea.id

Komentar

Artikel Terkait

Selasa, , 24 Maret 2020 - 14:35 WIB

Sentimen Kebijakan The Fed, Pasar Saham Asia Menguat

Selasa, , 24 Maret 2020 - 14:02 WIB

IHSG Terus Melaju di Zona Hijau, Enam Sektor Menguat

Kamis, , 19 Maret 2020 - 16:10 WIB

Wall Street Masih Memerah, Bisakah IHSG Balik Arah?

Telah dilihat : 161 kali

Latihan SOAL UN IPA SD bagian 6

Telah dilihat : 185 kali

Misteri Mustika Situ Angker Cibinong

Telah dilihat : 167 kali

Latihan SOAL UN IPA SD bagian 5

Telah dilihat : 2301 kali

Mudah Mengalikan Angka 12 | Fun Math