Viral! Satu Lagi Kerajaan Besar di Pinggiran Jakarta Terungkap! Kerajaan Jin Situ Gintung!

itoday - Di antara heboh dunia politik dan isu krisis ekonomi, Indonesia diguncang kabar kehadiran “kerajaan-kerajaan” jadi-jadian. Kerajaan “abal-abal” dengan berbagai misteri itu membetot perhatian publik.

Di Desa Pogung Jurutengah, Bayan, Purworejo, Jawa Tengah, muncul kirab besar membawa panji-panji sebuah kerajaan. Puluhan orang berseragam hitam-hitam tampak mengawal sepasang laki dan perempuan yang menunggang kuda. Keduanya adalah Raja dan Ratu Keraton Agung Sejagat.

Tak kalah heboh, terungkap, di Bandung, Jawa Barat telah berdiri Kekaisaran Sunda atau Sunda Empire. Tokoh Sunda Empire mengklaim sebagai cikal bakal kebangkitan kembali Kerajaan Sunda sebagaimana pada masa Tarumanegara. 

Belum tuntas kasus Keraton Agung Sejagat dan Sunda Empire, muncul kabar bahwa Presiden Kerajaan King of The King, Dony Pedro diamankan TNI. Dony tercatat sebagai anggota Pusat Kesenjataan Infanteri atau Pussenif, di Kota Bandung.

Mengapa semua kerajaan “tipu-tipu” itu berhasil menarik simpati pengikut? Praktisi metafisika Ki Ompong mengungkapkan, tidak hanya iming-iming kedudukan dan kesejahteraan, tokoh-tokoh “kerajaan” itu menggunakan kekuatan supranatural untuk mempengaruhi pengikutnya.

Menurut Ki Ompong, struktur organisasi kerajaan palsu itu juga berdasarkan tingkat kekuatan supranatural masing-masing tokohnya. Tentunya, yang memiliki kesaktian tinggi, akan menempati posisi atas organisasi.

Sebagai perbandingan, Ki Ompong menyebut “Kerajaan Jin” yang berada di sebuah setu di selatan Jakarta, Situ Gintung. 

Dalam video viral yang diunggah di channel YouTube  “Ki Ompong”, diungkap “struktur organisasi” Kerajaan Jin di Situ Gintung. Jika masyarakat menyebut penguasa ghaib Situ Gintung adalah Ki Beregut, berdasarkan penelusuran Tim Ki Ompong, penguasa tertinggi Situ Gintung justru sosok perempuan, Nyi Manimah. (ikuti penelusuran Tim Ki Ompong)

Seperti terungkap dalam penelusuran Tim Ki Ompong, wilayah kekuasaan Kerajaan Jin Situ Gintung secara demarkasi dibatasi oleh dua pohon besar Karet Kebo. Di mana, dua pohon yang berada di belakang Pasca Sarjana UIN Jakarta itu, sebagai batas kekuasaan Ki Beregut.

Sementara wilayah perairan Situ Gintung dikuasai sosok ghaib berwujud ular besar berjengger. Berdasarkan komunikasi ghaib Ki Ompong, Ki Yogie, dan Gus Khotib, sosok ular berjengger inilah yang lebih berwatak keras terhadap manusia yang melanggar aturan agama di wilayah sekitar Situ Gintung.

Sumber: https://www.youtube.com/channel/UCSia8dLKUoqeSdK8u_LogQQ

Komentar

Artikel Terkait