Efek Virus Corona, Desainer dan Buyers China Absen di London Fashion Week

London Fashion Week Fall 2020 yang berlangsung pada 14-18 Februari tak luput dari dampak virus corona

itoday - Setelah New York Fashion Week, pekan mode dunia berlanjut di London, Inggris. Namun, perhelatan London Fashion Week kali ini dibayangi oleh ancaman virus corona yang tengah mewabah secara global.

London Fashion Week Fall 2020 yang berlangsung pada 14-18 Februari tak luput dari dampak virus corona. Dalam pidato pembukanya, Caroline Rush selaku chief executive British Fashion Council, sempat menyoroti secara khusus virus berbahaya yang dikenal dengan kode COVID-19 itu.

"Doa kami untuk mereka yang terdampak virus corona dan tidak bisa berpergian," kata Caroline seperti dikutip The Guardian. Banyak buyers dari China yang terpaksa membatalkan kehadirannya di London Fashion Week menyusul larangan penerbangan dari dan ke negara tersebut.

Padahal, China merupakan salah satu pasar terpenting bagi pelaku industri mode dunia. Menurut Bain & Company, Negeri Tirai Bambu menyumbang sepertiga dari penjualan barang-barang mewah di pasar global pada 2018.

Meski para buyers batal datang, Caroline berharap mereka tetap bisa memantau perhelatan London Fashion Week secara daring. Dengan begitu, kerugian karena dampak virus corona bisa diminimalisir.

Dalam pidatonya, Caroline juga memastikan level kebersihan di perhelatan London Fashion Week sudah sesuai instruksi pemerintah Inggris. Lokasi utama London Fashion Week, 180 The Strand, akan dibersihkan secara intens setiap malam agar steril dari virus mematikan. Panitia turut memperbanyak hand sanitisers bagi para tamu.

Tak hanya buyers, desainer pun tak luput dari dampak virus corona. Asai, salah satu label yang rutin menggelar fashion show di London Fashion Week, harus absen kali ini. Penyebabnya, salah satu penyalur material mereka dari Shanghai menghentikan kegiatan produksinya karena virus corona.

London Fashion Week Fall 2020 harusnya menjadi momen paling istimewa bagi Yuhan Wang dalam kariernya karena ini adalah kali pertama dia memamerkan koleksi di ajang tersebut.

Namun, virus corona hampir merusak momen tersebut. Salah satu pabrik bahan langganan Yuhan di China gagal memenuhi permintaannya karena tutup menyusul merebaknya virus corona.

Kondisi tersebut lantas memaksa perempuan kelahiran Weihai, China, yang kini berbasis di London itu memutar otak agar fashion show perdananya di London Fashion Week tetap terwujud. Ia pun mendesain ulang koleksi bergaya era Victorian dan memotong beberapa bagian busana sehingga tak tampak seperti kekurangan bahan.

"Pengiriman yang tertunda dari beberapa barang membuat pertunjukan tak sesuai yang saya bayangkan," beber Yuhan.

Terlepas dari virus corona, ingar-bingar London Fashion Week sebagai salah satu pekan mode terpenting di dunia tetap terasa. Nama-nama besar seperti Victoria Beckham, Burberry dan Erdem tetap melangsungkan peragaan busananya.

Bahkan London Fashion Week kembali menjadi tempat pilihan Tommy Hilfiger untuk memamerkan karya terbaru buah kolaborasinya dengan pebalap Lewis Hamilton. Sebelumnya, New York Fashion Week adalah 'rumah' dari desainer asal Amerika Serikat itu.

 

Sumber berita : detik fashion

Sumber foto : lifestyle.okezone.com

Komentar

Artikel Terkait