Sastrawan Senior: Kalau Mau ‘Agak Selamat’, Presiden Jokowi Harus Segera Copot Menteri Yasonna

itoday - Sastrawan kondang Puthut EA mendesak Presiden Joko Widodo untuk segera mencopot Menkumham Yasonna Laoly.

Usulan pencopotan politisi PDIP dari kursi Menkumham ini bukan tanpa alasan. Yassona dinilai turut campur dengan dugaan suap politisi PDIP pada Komisioner KPU Wahyu Setiawan. 

Yassona juga sedang berhadapan dengan warga Tanjung Priok, Jakarta Utara, di mana sebelumnya Yassona menyebut Tanjung Priok sebagai kawasan yang rawan kriminalitas karena banyak warga miskin.

“Kalau mau agak selamat, sebaiknya Presiden segera mengganti Menteri Yasonna,” tulis Puthut EA di akun Twitter @Puthutea.

Politisi Gerindra Iwan Sumule menyorot sepak terjang Yassona yang dinilai melakukan “obstruction of justice”. Yakni berbohong untuk menutupi proses pemberantasan tindak pidana korupsi (tipikor).

“Kompak berbohong dan melakukan "Obstruction Of Justice". Obstruction Of Justice diatur dalam Pasal 21 UU No 20/2001 tentang Pemberantasan Tipikor. Pidana penjara paling singkat 3 tahun dan paling lama 12 tahun. Yasonna dan Firli mesti ditangkap. Iya gak sih? #TangkapHastoPDIP,” tulis Iwan di akun @IwanSumule86.

Iwan menjadikan pengakuan Direktur Jenderal Imigrasi Ronny F Sompie soal keberadaan kader PDIP Harun Masiku, sebagai dasar bahwa Yassona harus ditangkap.

Menurut Iwan Sumule, dengan pengakuan Ronny, yang berbeda dengan Yassona, bisa dikatakan  institusi negara sudah digunakan untuk melindungi para penjahat kerah putih. “Bagaimana nggak rusak negara ini kalau demi lindungi pelaku suap, penegak hukum dan pejabat negara bohongi rakyat,” ujar Iwan seperti dikutip rmol (22/01).

Yasonna Laoly sempat ngotot menyebut Harun Masiku masih beada di luar negeri. Sementara Ronny Sompie mengungkapkan bahwa Harun memang sempat pergi ke Singapura pada tanggal 6 Januari. Namun kemudian, Harun telah kembali ke Jakarta pada tanggal 7 Januari menggunakan pesawat Batik Air. 

“Berdasarkan pendalaman di sistem, termasuk data melalui IT yang dimiliki stakeholder terkait di Bandara Soetta (Soekarno Hatta), bahwa HM (Harun Masiku) telah melintas masuk kembali ke Jakarta dengan menggunakan pesawat Batik pada tanggal 7 Januari 2020," ujar Ronny kepada wartawan (22/01).

Komentar

Artikel Terkait