Tuding Anies Suka Tabrak Hukum, Anggota DPRD F-PSI Kena Semprot Sosiolog: Anda Bukan Pengamat

itoday - Anggota DPRD DKI Jakarta dari PSI, William Aditya Sarana, menuding Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan suka menabrak aturan hukum.

William menyebut pelanggaran hukum yang disebutnya dilakukan Anies. Mulai dari izin PKL berdagang di trotoar, membabat pohon di Monas, hingga lahan hijau yang mau dijadikan pusat kuliner.

“Saya melihat Pak Gub @aniesbaswedan suka menabrak hukum. Mulai dri izinkan PKL di trotoar, babat pohon di Monas, sampai lahan hijau mau dijadikan pusat kuliner. Ingat pasal 1 ayat 3 UUD 1945, Indonesia adalah negara hukum. Tidak ada satupun yang di atas hukum di republik ini,” tulis William di akun Twitter @willsarana.

Tak hanya di sosmed, William juga mengecam Anies dalam talk show di TvOne (06/02). Dalam talk show itu William mempertanyakan keberadaan pohon-pohon di Monas setelah ditebang.

Sosiolog Musni Umar geram dengan cara William sebagai anggota DPRD mengkritisi Anies. Musni meminta William mengkritik Anies di dalam rapat DPRD DKI.

“Kalau menuduh sebaiknya tunjuk pasal berapa UU apa? DPRD bagian dari pemerintah daerah.  Sebagai anggota DPRD DKI bawa masalah tersebut dlalm rapat di DPRD DKI. Anda anggota DPRD  bukan  pengamat dan bukan akademisi,” tegas Musni di akun @musniumar menanggapi cuitan @willsarana.

Aktivis politik Stevanie Huang turut mempertanyakan logika-logika William saat membully Anies. Stevanie memberikan catatan atas pernyataan William di talk show “Dua Sisi”. William tampak berdiskusi tanpa berdasarkan data yang valid.

“Beda kelas yang cerdas sama yang non cerdas mau dalam forum apapun selalu ambyaaar. PSI oooooooooh PSI Kuapaaaan Kuapooookkkk Koeeeen ???,” tulis Stevanie di akun @Stevaniehuangg.

Dalam diskusi itu, pernyataan William dipatahkan oleh Ketua Tim Relawan Jakarta Maju Bersama, Usamah Abdul Aziz. 

Usamah menduga adanya kepentingan politik yang mendasari kritikan PSI. Kecurigaan Usamah Abdul Aziz ini bertambah ketika PSI juga terus mengkritisi revitalisasi Monas.

"Kalau Setneg aja menyetujui kenapa kok malah PSI yang kebakaran jenggot? Ini ada apa di balik ini semua kita bertanya-tanya," tegas Usamah saat menanggapi pernyataan William yang menyatakan Anies tidak berkoordinasi dengan Setneg terkait reviltalisi Monas.

Komentar

Artikel Terkait