Pemerintah RI Gagap Hadapi Covid-19, Roy Suryo: Jokowi Dikelilingi Orang-orang yang tak Cakap

itoday - Pemerintah RI tampak gagap dalam menghadapi penyebaran virus Corona (Covid-19), salah satunya karena Presiden Joko Widodo dikelilingi oleh orang-orang yang tidak cakap.

Pendapat itu disampaikan mantan Menpora Roy Suryo menyikapi kesan gagapnya Pemerintahan Jokowi dalam menghadapi Covid-19.

Siapakah “orang-orang yang tidak cakap” di sekeliling Jokowi yang dimaksud Roy Suryo? Telunjuk Roy Suryo mengarah kepada menteri-menteri pembantu Jokowi termasuk staf khusus Presiden.

“Tweeps, Salahsatu sebab Pemerintah tampak gagap dalam menghadapi Covid-19 ini karena Presiden   @jokowi dikelilingi orang-orang yang tidak cakap: - Punya Jubir tetapi "Gagap Bicara" dan apa-apa yang   dikemukakannya nothing. - Malahan ada Stafsus Millenial, bukan bidangnya, menyebarkan hoax. Ambyar,” tulis Roy Suryo di akun Twitter @KRMTRoySuryo2.

Roy Suryo pun menunjuk pernyataan pers Presiden Jokowi hari ini (16/03) soal perkembangan wabah Corona di Indonesia. 

Menurut Roy, Jokowi kali ini juga tidak menjawab inti masalahnya. “Inilah akibatnya kalau Pemerintah tidak memiliki Jubir yang cakap, apa-apa harus dikerjakan oleh Pak @jokowi sendirian, kasihan Beliau. Intinya tak ada opsi lock down khusus soal social distance menyambut Hari Raya, sayangnya Presiden tadi juga tidak menjawab inti masalahnya,” tulis @KRMTRoySuryo2.

Dalam keterangan pers di Istana Bogor itu, Jokowi menyatakan Pemerintah tidak akan mengambil  opsi lockdown. Pemerintah pusat lebih mengedepankan cara menjaga jarak dan mengurangi kerumunan massa.

Jokowi juga melarang Kepala Daerah tidak bisa menerapkan konsep lockdown. “Perlu saya tegaskan yang pertama bahwa kebijakan lockdown baik di tingkat nasional maupun di tingkat daerah adalah kebijakan pemerintah pusat. Kebijakan ini tidak boleh diambil oleh pemerintah daerah," kata Jokowi.

Sebelumnya, Staf Khusus Milenial Jokowi, Angkie Yudistia menyebarkan hoaks soal deteksi terpapar  Covid-19. Dalam postingan di Instagram pribadi , @angkie.yudistia, memaparkan deteksi corona hanya dengan cara tarik napas selama 10 detik.

"Di masa inkubasi, virus mungkin belum terdeteksi (ketika check-up). Tunggu sudah bersin-bersin atau batuk. Cek diri yang paling mudah seperti yang di Taiwan. Bangun pagi, tarik nafas yang dalam, lalu tahan 10 detik. Kalau batuk, kemungkinan besar segera ada tindakan," tulis @angkie.yudistia.

Setelah diingatkan netizen bahwa postingan itu hoax, Angkie Yudistia pun menghapus postingannya.  Angkie juga meminta maaf kepada publik. Ia mengatakan akan crosscheck lagi sebelum posting.

Komentar

Artikel Terkait

Telah dilihat : 161 kali

Latihan SOAL UN IPA SD bagian 6

Telah dilihat : 185 kali

Misteri Mustika Situ Angker Cibinong

Telah dilihat : 167 kali

Latihan SOAL UN IPA SD bagian 5

Telah dilihat : 2301 kali

Mudah Mengalikan Angka 12 | Fun Math