MS Kaban: Jokowi tak Mau Dengar IDI! Cari Pembenar Anti Lockdown? Tuai Bencana untuk Bangsa

itoday - Desakan agar Presiden Joko Widodo memutuskan opsi lockdown untuk menghadapi sebaran Covid-19 tak terbendung. Hanya saja Presiden Jokowi belum juga mengambil sikap.

Politisi senior MS Kaban mengingatkan Presiden Jokowi dan para menteri agar menerapkann lockdown. “Para guru besar FK yang tergabung IDI mereka para akhli sudah rekom agar Pemerintah Presiden Jokowi lakukan lockdown, tapi Presiden Jokowi dan para Menteri gak mau mendengar. Presiden Jokowi dengan LBP apa cari opinion tandingan argue pembenaran anti lockdown. Menuai bencana untuk bangsa, investasi keputusan keliru,” tulis MS Kaban di akun Twitter @hmskaban.

Presiden Jokowi memilih opsi herd immunity? Pertanyaan itu dilontarkan pengamat politik Umar Syadat Hasibuan. “Heird immunity : apakah ini tujuan Bapak yth,” tanya Umar Hasibuan di akun @GusUmarhs.

@GusUmarhs meretweet penegasan praktisi kesehatan Dirga Sakti Rambe yang memaparkan sisi negatif opsi herd immunity.

Sebelumnya dr Dirga Sakti Rambe di akun @dirgarambe menulis: “Sementara itu, organisasi profesi tempat saya bernaung, PAPDI (Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia) juga telah melakukan kajian terhadap "herd immunity" pada #COVID19. Seandainya konsep ini sengaja diterapkan di Indonesia, terjadi kematian massal dan hilang 1 generasi.”

Dirga Sakti Rambe secara singkat membeberkan opsi herd immunity. “Saat ini muncul ide gila dan tidak   manusiawi yang dilontarkan politisi-politisi di beberapa negara. Mereka berencana membiarkan penduduk terinfeksi #COVID19. Bila 50-70% penduduk di suatu wilayah terinfeksi, maka timbul "kekebalan komunitas" (herd immunity). Pada saat itu, laju penularan terhenti,” tulis @dirgarambe.

Wasekjen DPP Partai Demokrat Renanda Bachtar juga turut mengingatkan bahwa masyarakat Indonesia tidak disiplin, sehingga opsi herd immunity tidak tepat.

“Yth Presiden @jokowi, ini bukan soal death rate Indonesia ke berapa di dunia atau apakah pola "Herd Immunity" yang kejam itu bisa dipakai sebagai opsi atau tidak. Ini masalah penyebaran Covid-19 yang masih masif karena masyarakat kita memang tidak disiplin. Partial lock down please sir before it's too late!,” tulis Renanda di akun @renandabachtar.

Pengurus Besar Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) menilai penerapan herd immunity untuk mengatasi Corona COVID-19 di Indonesia sama sekali tidak boleh dijadikan pilihan. Alasannya cukup tegas: cara itu dapat menghilangkan satu generasi, alih-alih menghentikan pandemi. Kajian PAPDI ini ditujukan kepada Ketua Gugus Tugas Percepatan Pengendalian Covid-19 Doni Monardo dan Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Daeng Mohammad Faqih pada Jumat (27/3/2020).

Komentar

Artikel Terkait

Telah dilihat : 170 kali

Latihan SOAL UN IPA SD bagian 6

Telah dilihat : 194 kali

Misteri Mustika Situ Angker Cibinong

Telah dilihat : 175 kali

Latihan SOAL UN IPA SD bagian 5

Telah dilihat : 2308 kali

Mudah Mengalikan Angka 12 | Fun Math