Ojol vs Debt Collector, Adhie Massardi: Panggil Nadiem, Suruh Gojek Talangi Cicilan Ojol!

itoday - Seruan Presiden Joko Widodo soal moratorium pembayaran cicilan kredit bagi ojek online bisa memunculkan pertikaian antara ojol dengan debt collector. Masalahnya, moratorium itu tanpa juklak dan peraturan tertulis.

Penilaian itu disampaikan mantan jubir Presiden Gus Dur, Adhie Massardi menanggapi potensi pertikaian ojol vs pihak leasing terkait moratorium cicilan kredit kendaraan bermotor.

Tokoh Gerakan Indonesia Bersih (GIB) ini menyindir Mendikbud Nadiem Makarim agar berperan meminimalisir potensi pertikaian itu terkait posisi Nadiem sebagai petinggi Gojek.

“Panggil Nadiem > seruan moratorium bayar cicilan 1 tahun bagi ojol tanpa juklak dan UU/Peraturan   tertulis bisa timbulkan pertikaian Ojol vs Debt Collector. Ini pasti nasehat Tim Ekonomi Sri Mulyani Cs. * Padahal lebih mudah panggil Nadiem, suruh teman-temanya di Gojek di GoJek talangi cicilan mereka.  Nah!” tulis Adhie di akun Twitter @AdhieMassardi.

Menurut Adhie, Gojek selama beroperasi telah mendapatkan keuntungan triliunan. “GoJek yang dikelola Nadiem Cs ini untungnya sudah berbilang triliun. Padahal yang banting tulang sampai remuk di jalanan adalah rakyat kecil yang kini tak sanggup nyicil. Kalau gak mau kontrobusi bantu rakyat di saat negini sungguh degil...!!,” tulis @AdhieMassardi.

Sejumlah media online menurunkan tulisan soal pengakuan pengemudi ojek online yang tetap didatangi  debt collector menagih cicilan kendaraan.

Seperti dikutip wartakota (28/28), seorang pengemudi ojek online, mengaku didatangi debt collector untuk ditagih cicilan kendaraannya.

Ia pun menunjukkan video Presiden Joko Widodo yang menyatakan penangguhan cicilan selama setahun untuk pengemudi ojek online.

Namun hal itu tidak lantas membuat pihak leasing mengurungkan niatnya untuk menagih cicilan dari  warga yang tinggal di kawasan Condet, Jakarta Timur itu.

Diberitakan sebelumnya, untuk mengantisipasi penurunan daya beli yang signifikan karena virus corona atau COVID-19, Presiden Jokowi memberikan dana cash atau Bantuan Langsung Tunai (BLT). BLT akan diberikan untuk masyarakat miskin, mulai dari driver ojol, hingga para SPG di mall.

Menurut Sekretaris Menko Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso (26/03), pemerintah juga memberikan bantuan sosial kepada para pekerja di sektor informal seperti warung, toko kelontong sampai di pasar-pasar.

"Datanya, berkoordinasi dengan pemda, terutama DKI, yang paling terdampak pelaku usaha transportasi online Gojek, Grab, dan sebagainya. Kami sudah minta data dari Gojek dan Grab. Juga pekerja informal lainnya," kata Susiwijono seperti dikutip cnbcindonesia (26/03).

Komentar

Artikel Terkait

Telah dilihat : 170 kali

Latihan SOAL UN IPA SD bagian 6

Telah dilihat : 194 kali

Misteri Mustika Situ Angker Cibinong

Telah dilihat : 175 kali

Latihan SOAL UN IPA SD bagian 5

Telah dilihat : 2310 kali

Mudah Mengalikan Angka 12 | Fun Math