Politisi PSI Somasi Wartawan Senior, Ananda Badudu: Orba Bredel Media, Neo Orba Bredel Wartawan!

itoday - Jubir PSI Rian Ernest kembali menegaskan bahwa somasi politisi PSI Muanas Alaidid pada wartawan senior Farid Gaban atas nama Ketum Cyber Indonesia, bukan atas nama PSI atau parpol apapun.

“1. Seperti yang dijelaskan bro @muannas_alaidid, somasi yang beliau lakukan kepada @FaridGaban adalah atas nama Ketum Cyber Indonesia. Bukan atas nama PSI atau parpol apapun,” tulis Ernest di akun Twitter @rianernesto.

Pada point keempat penjelasan itu, @rianernesto menulis: “4. Sebagai institusi politik, PSI menghormati pandangan dan langkah pribadi kader, sepanjang tidak menggunakan atribut partai dan masih sesuai dalam koridor hukum.”.

Farid Gaban sendiri menyoal pernyataan @rianernesto point ke empat tersebut. “Menurut  @rianernesto, "PSI menghormati langkah kader (@muannas_alaidid)" mensomasi saya.... Ini bener-bener sikap partai, ya, bro @AntoniRaja?” tanya Farid di akun @faridgaban.

Wartawan senior Muchlis A. Rofik juga menilai pernyataan Rian Ernest intinya PSI mendukung somasi Muannas.

“Partai tidak blabla..tapi, blabla..Intinya mah ngedukung somasi. Mestinya posisi PSI bisa lebih jelas: kritik Farid bagian dari aspirasi warga pembayar pajak. Karena itu, langkah somasi berlebihan, mengancam membungkam demokrasi,” tegas Muchlis di akun @muchlis_ar.

Uniknya, Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, Teten Masduki berkilah tak tahu-menahu soal somasi yang dilayangkan Muannas Alaidid kepada Farid Gaban.

"Saya tidak ada kaitan dengan somasi Muannas. Untuk apa disomasi? Kritik itu meskipun tidak benar, tidak akurat, tetep saja harus dilihat sebagai aspirasi masyarakat. Saya tidak antikritik," ujar Teten seperti dikutip tempo (25/05).

Lalu, Muanas mewakili siapa? Aktivis lingkungan Dandhy Laksono menilai, ada dua pihak terkait kritik Farid Gaban, yakni Kemenkop UKM dan pihak Blibli. Karena Teten sudah membantah.

“Ada 2 pihak yang terkait dalam kritik jurnalis @faridgaban: Kemenkop UKM dan Blibli yang jadi dasar pengacara Muannas Alaidid mengancam dengan pelaporan secara hukum. Menterinya mengaku tak terkait. Tinggal satu pihak. Muannas mewakili yang mana?,” tanya Dandhy di akun @Dandhy_Laksono.

Musisi yang juga wartawan Ananda Badudu menanggapi pernyataan Teten Masduki. “Pemerintah bisa saja berkilah bahwa pelaporan-pelaporan itu bukan atas nama goverment. Tapi pemerintah tak bisa berkilah kalau mereka tak melakukan apa-apa untuk melindungi kebebasan berpendapat,” tulis Ananda Badudu di akun @anandabadudu.

Sindiran keras pun dilontarkan cucu pakar bahasa J.S Badudu ini. “Orba: bredel media. Neo orba: bredel wartawan,” tulis @anandabadudu.

Komentar

Artikel Terkait

Telah dilihat : 221 kali

Latihan SOAL UN IPA SD bagian 6

Telah dilihat : 262 kali

Misteri Mustika Situ Angker Cibinong

Telah dilihat : 227 kali

Latihan SOAL UN IPA SD bagian 5

Telah dilihat : 2362 kali

Mudah Mengalikan Angka 12 | Fun Math