Puan Sentil Jokowi Soal New Normal, Sammy Comic: Interpelasi! Gitu Aja Harus Dikasih Tahu Pelawak

itoday - Ketua DPR RI Puan Maharani meminta Pemerintahan untuk tidak terburu-buru menyusun protokol ‘new normal’, tatanan kehidupan baru dalam pandemi Covid-19, yang dicanangkan Presiden Joko Widodo.

"Jangan sampai teknis protokolnya disiapkan secara terburu-buru sehingga tidak matang dan malah memunculkan kebingungan baru di masyarakat," kata Puan seperti dikutip cnnindonesia.com (28/05).

Mengapa DPR tak gunakan hak menyatakan pendapat, hak angket, atau interpelasi untuk mempertanyakan kebijakan new normal ala Jokowi?

Mantan Menpora Roy Suryo mengingatkan, jika niat Puan Maharani itu tulus, gunakan saja tiga hak yang melekat pada DPR, interpelasi, angket dan menyatakan pendapat.

“Tweeps, semoga yang disampaikan Ketua @DPR_RI ini benar-benar sikap atau aksi, bukan sekedar lip service biasa. Sebagai Lembaga Wakil Rakyat dengan 575 Anggota, sebenarnya mudah kalau memang niat-nya tulus, ada 3 hak yang bisa dipakai: Interpelasi, Angket dan Menyatakan Pendapat. Ditunggu ...,” tulis Roy Suryo di akun Twitter @KRMTRoySuryo2.

Komedian stand up Sam Dharmaputra Ginting atau Sammy Comic senada dengan Roy Suryo.  “Interpelasi dong. Jalankan fungsi parlemen. Gitu aja harus dikasih tahu pelawak,” tulis Sammy Comic di akun @NOTASLIMBOY menanggapi tulisan bertajuk “Puan Maharani Minta Pemerintah Tak Buat Kebingungan Baru”.

Di sisi lain, politisi Demokrat Adamsyah WH menyebut pernyataan Puan itu “new disoriented”. “Ini mah New Disoriented....,” tulis Adamsyah di akun @DonAdam68. Cuitan ini ditanggapi penulis senior Zarra Zettira ZR di akun @zarazettirazr: “Padahal tinggal gunakan hak interpelasi ga sih?”.

Pendapat lain dikemukakan Deputy Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat  Ricky Kurniawan. Sindiran pun disampaikan Ricky soal “petugas partai” yang sudah ngeyel dengan pemimpin partainya.

“Ngak pakai acting nangis lagi? Apa mungkin Petugas Partainya sudah ngeyel dengan pemimpin partainya?,” sindir Ricky di akun @RicKY_KCh.

Sebelumnya, praktisi hukum Taufiqurrahman mengibaratkan kritik Puan itu sebagai “jeruk kritik jeruk”. “Tumben ngomong agak bener, udah mentok bingung ya mau bela Jokowi? ini gaya pencitraan apa ya? apa pimpinan partai tegor petugas partai? apa jeruk kritik jeruk? apa gimana sih?,” tanya Taufiq di akun @taufiqrus.

Komentar

Artikel Terkait

Telah dilihat : 221 kali

Latihan SOAL UN IPA SD bagian 6

Telah dilihat : 262 kali

Misteri Mustika Situ Angker Cibinong

Telah dilihat : 227 kali

Latihan SOAL UN IPA SD bagian 5

Telah dilihat : 2362 kali

Mudah Mengalikan Angka 12 | Fun Math