Sosiolog: Surabaya Zona Merah! Khofifah-Risma Saling Manuver! Jika Gagal, Risma Layak Pimpin DKI?

itoday - Waketum Gerindra Fadli Zon mengingatkan Walikota Surabaya Tri Rismaharini untuk mencari solusi ketimbang “mengamuk”.

Dalam video yang viral di sosmed, Risma ‘ngamuk’ dengan menyebut mobil tes Covid 19 metode Polymerase Chain Reaction (PCR) dari BNPB untuk Surabaya dialihkan oleh pihak Pemprov Jatim ke dua wilayah lain.

“Heran kok sering sekali mengamuk. Emangnya “mengamuk” menyelesaikan masalah? Apa tak ada cara lain? Ngeri ah...,” tulis Fadli Zon di akun Twitter @fadlizon meretweet tulisan bertajuk “Wali Kota Risma Mengamuk karena Mobil PCR Surabaya Diserobot.”

Koordinator Bidang Pencegahan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya Febria Rachmanita atau Fenny mengungkapkan, mobil PCR itu akan digunakan untuk pasien yang menjalani karantina di Asrama Haji Surabaya di Sukolilo dan Dupak Masigit.

“Jadi, bantuan dari BNPB itu dua unit mobil laboratorium dan sudah kami tentukan titik-titiknya selama mobil itu berada lima hari di Kota Surabaya. Masing-masing titik itu kami siapkan 200 orang untuk dilakukan tes swab. Mereka itu yang belum dites swab dan waktunya swab ulang, supaya cepat selesai penanganannya,” Fenny kepada wartawan (29/05).

Namun, kata Fenny, mobil tes cepat itu dialihkan sementara ke RSU Unair, dan satu mobil lagi dibawa ke daerah lain, sebelum ke Asrama Haji.

Sosiologi Yusdi Usman menilai, kasus itu menjadi sinyal bahwa Gubernur Jawa Timur Khofifah Indarparawansa dan Tri Rismaharini saling bermanuver alias ‘tidak sejalan’.

Yusdi pun mengingatkan, jika Risma gagal menangani pendemi Covid 19 di Surabaya, kapasitas Risma untuk memimpin DKI Jakarta dinilai tak layak. Di mana, beredar kabar Risma diplot menjadi Gubernur DKI.

“Kasus + Covid 19 di Jatim, khususnya Kota Surabaya, melonjak tinggi dan menjadi area merah. Risma dan Gubernur Khofifah kelihatan saling bermanuver, tak sejalan. Risma masih suka marah-marah. Jika Risma gagal, masih layakkan si syantiq digadang-gadang memimpin DKI Jakarta?,” tulis Yusdi di akun @yusdiusman.

Komika Dono Pradana menegaskan, Surabaya akan seperti Wuhan, kalau Gubernur dan Walikotanya tidak akur. “Surabaya akan seperti Wuhan, yo isok ancen nek pemimpine ae gak akur, wong kalian berdua ae gak bisa kompak kok nyalahno rakyate. Fokus buk fokus,” tulis Dono di akun @donopradana.

@donopradana menambahkan: “Dari awal emang Pemkot ngalah terus, padahal yang dilakukan Pemprov itu rencana awalnya Pemkot.”

Kepala Pelaksana BPBD Jatim sekaligus Ketua Rumpun Preventif Promotif Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Jatim, Suban Wahyudiono membantah jika dikatakan menyerobot mobil PCR.

Seperti dikutip beritajatim.com (29/05), Suban menjelaskan, bahwa sejak tanggal 11 Mei 2020 lalu pihaknya telah mengirimkan surat permohonan bantuan kepada Gugus Tugas Pusat. Sementara Pemkot Surabaya mengirim surat ke Pemprov Jatim untuk meminta bantuan mobil PCR pada 22 Mei 2020.

Komentar

Artikel Terkait

Telah dilihat : 221 kali

Latihan SOAL UN IPA SD bagian 6

Telah dilihat : 262 kali

Misteri Mustika Situ Angker Cibinong

Telah dilihat : 227 kali

Latihan SOAL UN IPA SD bagian 5

Telah dilihat : 2362 kali

Mudah Mengalikan Angka 12 | Fun Math