Ini Kata Pengamat Soal Netflix dan Mendikbud Nadiem Makarim

 

itoday - Netflix menjadi topik trending di pekan pertama awal tahun 2020, bahkan di kalangan regulator dan B2B jadi bahasan hangat setelah pihak Netflix menggelontorkan investasi sebesar 1 juta US Dolar atau sekitar Rp 14 miliar untuk pengembangan industri perfilman di Indonesia.

Investasi yang disalurkan melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI tersebut dianggap merugikan. Pasalnya, langkah yang diambil oleh Mendikbud Nadiem Makarim dengan menggandeng Netflix tersebut dinilai sejumlah pihak tidak menegakkan sejumlah regulasi yang seharusnya dijalankan oleh platform streaming itu sebelum berbisnis di Indonesia.

"Mas Nadiem harus diingatkan kalau sekarang adalah pejabat publik, bukan lagi pengusaha. Sebagai pejabat publik ada regulasi yang harus ditegakkan dan wibawa bangsa dijaga. Saya melihat aksinya dengan Netflix itu seperti tak berkoordinasi dengan Menkominfo, Menkeu, atau Menparekraf yang menginginkan Netflix penuhi dulu kewajiban sebelum berbisnis di Indonesia," tegas Direktur Indonesia ICT Institute Heru Sutadi di Jakarta.

Menurutnya, untuk bekerja sama, harus dilihat dulu status badan hukum Netflix di Indonesia. Sebab berdasar Peraturan Pemerintah (PP) Perdagangan Melalui Sistem Elektronik No. 80/2019 yang baru, pemain seperti Netflix harus memiliki badan usaha tetap di Indonesia.

"Setahu saya baru ada akun Twitter NetflixID. Sudah ada PT atau badan hukum Indonesia belum itu Netflix?" tanyanya.

Komentar

Artikel Terkait